Justru, sportcar murni jadi salah satu andalan di tengah menyusutnya pangsa pasar global.

Apa yang terjadi di Jaguar? Ya, mereka kini memiliki CEO baru, yaitu Thierry Bollore yang hadir dengan rencana radikalnya.

Diyakini, merek Inggris yang bersejarah itu akan kehilangan identitasnya dalam upaya untuk menemukan pembeli dan mempercepat penerapan produksi mobil listrik.

Soalnya, Jaguar langsung mengumumkan bahwa mereka tak lagi meneruskan proyek Jaguar XJ listrik.

Padahal, pekerjaan itu telah dikerjakannya selama beberapa tahun, sepertinya ada tanda tanya besar yang membayangi Jaguar terkait dengan produksi mobil listriknya.

Top Gear pun bertanya kepada bos Jaguar-Land Rover yang baru itu. Thierry Bollore  juga pernah bekerja untuk Michelin, Faurecia, dan kemudian Renault di mana dia sempat menjadi CEO.

Thierry Bollore pun menjelaskan tentang masa depan mobil sport Jaguar. Jawabannya mengejutkan dan membuat waspada mereka yang menyukai mobil sport Jaguar, baik baru atau lama.

Karena, pada Thierry Bollore mengatakan perusahaan sedang mempertimbangkan untuk berhenti total membuat mobil sport.

Era mobil listrik memang sangat memengaruhi kebijakan para pembuat mobil. Saat semua produk mereka sudah bertenaga listrik maka hanya akan memakai satu platform, apa pun tipe mobilnya.

Mengenai kemungkinan membangun mobil sport di masa depan, Thierry Bollore pun menjelaskan dengan cukup terang.

“Ini adalah pertanyaan yang kami perhatikan dengan sangat cermat. Saya tidak akan menjawabnya sekarang karena ini adalah pertanyaan penting bagi kami.”

“Kami akan menjawabnya ketika kami telah memutuskan dengan tepat apa yang ingin kami lakukan dengan portofolio baru Jaguar ini.”

Apa yang tidak ditekankan Thierry Bollore adalah bahwa Jaguar adalah merek yang telah membuat sedan sport dan mobil sport selama hampir satu abad.

Tepatnya, pabrikan ini didirikan pada 1934 dengan nama SS Cars. Jika benar Jaguar tak lagi membuat mobil sport listrik, ini akan kontradiktif.

Soalnya, Jaguar F-Type adalah mobil sport andalan Jaguar yang notabene bagus secara penjualan di tengah menyusutnya minat orang terhadap mobil macam ini.

F-Type bisa dibilang adalah model Jaguar paling diminati yang dapat Anda beli. Sejatinya, ini menunjukkan bahwa Jaguar punya senjata yang hebat, yaitu membuat mobil sport.

Lalu, keunggulan itu ingin dihentikan. Ujungnya, kita pun berpikir logika macam apa yang hendak dibawa Thierry Bollore di Jaguar.