Pabrikan mobil Jerman, BMW, sempat menghadirkan layanan berbayar bagi konsumennya di Amerika yang mengakses Apple CarPlay, namun kebijakan tersebut tidak dilanjutkan.

Meski begitu, BMW kemudian memperkenalkan layanan berbayar lainnya yang disebut Traffic Camera Information (TCI).

Layanan ini memberi tahu pengemudi tentang segala hal yang terkait dengan berbagai kamera kecepatan, detektor radar, dan kamera lampu merah.

Namun, untuk sementara BMW menawarkan uji coba tiga bulan pada model 2021 tertentu. Selanjutnya akan dikenakan biaya 25 dolar AS (sekitar Rp350 ribu) untuk 15 bulan setelah itu.

Menurut Automotive News, sistem tersebut memasangkan data lokasi kamera lalu lintas tetap dan seluler dengan data dari detektor radar untuk memperingatkan pengemudi tentang potensi speed trap yang mungkin ada di depannya.

Layanan TCI adalah bagian dari rangkaian teknologi ConnectedDrive BMW yang juga mencakup layanan pramutamu.

Sistemnya terdengar mirip dengan apa yang ditawarkan aplikasi Google Wave.

Meskipun aplikasi ponsel cerdas bergantung pada pengguna untuk menentukan lokasi alat pengukur kecepatan, yang mungkin tidak selalu dapat diandalkan.

Layanan berlangganan telah muncul sebagai sebuah hal yang menarik dalam industri otomotif dan teknologi konsumen.

Netflix, Spotify, Audible, dan layanan streaming lainnya telah mempopulerkan pembayaran biaya bulanan untuk mengakses layanan, dan para produsen mobil telah memasuki ruang ini juga.

Seperti, teknologi mengemudi semi-otomatis Super Cruise Cadillac yang akan tersedia dengan biaya bulanan, misalnya.

Namun, seperti yang dilakoni BMW dengan upayanya untuk memonetisasi Apple CarPlay, Anda tidak dapat mengubah semuanya menjadi langganan bulanan, terutama untuk sesuatu yang ditawarkan secara gratis oleh pembuat mobil lain.

BMW telah meminta pelanggan untuk membayar 80 dolar AS untuk langganan Apple CarPlay 12 bulan atau membayar 300 dolar AS untuk langganan 240 bulan (20 tahun).

Namun, BMW kemudian mengubah kebijakannya dan menghilangkan biaya untuk semua model 2019 dan 2020.

Produsen mobil dapat mencari cara untuk memonetisasi fitur lain seperti pembaruan perangkat lunak infotainment atau fasilitas mewah lainnya.

Itu karena garis antara mobil dan teknologi mulai mengalami distorsi dengan hadirnya kendaraan listrik dan teknologi semi-self-driving yang bakal hadir beberapa saat lagi.