Mitsubishi bakal memberikan izin tambahan ekspor produk buatan Indonesia ke 39 negara di dunia. Jumlah ini bertambah sembilan dari sebelumnya. Komitmen pabrikan asal Jepang itu disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita usai bertemu dengan para petinggi Mitsubishi Motor Corporations di Jepang. 

"Memang salah satu tujuan misi pemerintah Indonesia datang ke Jepang adalah untuk melobi prinsipal Jepang untuk bisa memberikan izin agar mobilnya diberikan perluasan terhadap tujuan ekspor. Ini sudah mendapat komitmen dari Mitsubishi,” kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.

Dalam pertemuan tersebut, Agus Gumiwang Kartasasmita juga mendorong agar Mitsubishi Motor Corporations melakukan ekspor mobil ke Australia, mengingat perjanjian kerja sama antara kedua negara (IA-CEPA) telah berjalan.

Selain itu, Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan dari hasil pertemuan dengan Mitsubishi, prinsipal otomotif asal Jepang tersebut berkomitmen menambah investasi sebesar Rp11,2 triliun pada akhir tahun 2025 dengan proyeksi terjadi peningkatan kapasitas produksi, dari 220 ribu menjadi 250 ribu unit.

“Mereka juga akan mengembangkan dua model mobil electric vehicle (EV),” kata Agus Gumiwang Kartasasmita seperti dilansir situs resmi Kemenperin. 

Galeri: Mitsubishi e-Yi Concept

Hari pertama kunjungan kerja di Jepang, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan empat agenda pertemuan.

Selain perusahaan otomotif Mitsubishi Motor Corporations, Agus Gumiwang Kartasasmita juga bertemu dengan produsen sepatu asal Jepang ASICS, asosiasi bisnis Jepang KEIDANREN, Japan External Trade Organization (JETRO).

“Sejauh ini hasil pertemuannya berjalan sangat baik dan positif, ada kesepakatan dari masing-masing pihak, bahwa Indonesia melihat Jepang sebagai mitra strategis dan sangat penting, kemudian Jepang juga melihat Indonesia, baik sebagai kekuatan politik maupun ekonomi yang juga sangat penting,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita di Tokyo, Jepang, Rabu (10/3/2021).

Pertemuan yang dilakukan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita di Jepang diatur dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dan peserta delegasi yang terbatas.

Kunjungan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita kali ini merupakan kunjungan kerja menteri pertama di dunia yang diterima secara resmi oleh pemerintah Jepang semenjak Negeri Sakura tersebut menetapkan status State of Emergency.

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan mitra bilateral yang sangat penting bagi Jepang. "Kami akan all-out untuk menarik investasi. Kunjungan kali ini khusus untuk mengawal komitmen investasi baru sektor otomotif dan petrokimia," katanya.