Suzuki Motor Corporation (SMC) bakal terus mengembangkan berbagai model kendaraan di Indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita usai kunjungan kerja ke Jepang, belum lama ini.

Dalam lawatannya ke Negeri Sakura, Agus Gumiwang Kartasasmita memang menyambangi sejumlah prinsipal raksasa pabrikan mobil Jepang yang produknya hadir di Tanah Air.

Selain Suzuki Motor Corporation (SMC), Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita juga menyambangi Toyota Motors Corporation, Honda Motor Company.Ltd, Mazda Motor Corporation, dan Mitsubishi Motor Corporation.

Hasilnya terbilang positif. Bahkan, Suzuki Motor Corporation (SMC) bakal menambah investasi sebesar Rp1,2 triliun di Indonesia.

Investasi ini dilakukan Suzuki Motor Corporation (SMC) untuk pengembangan produk Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7 yang diperkenalkan sebagai jenis kendaraan mild hybrid dengan teknologi integrated starter generator (ISG).

“Model-model tersebut untuk tujuan ekspor bagi pasar Asia dan Amerika Latin,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita.

Suzuki Ertiga ekspor

Perusahaan tersebut juga telah memiliki roadmap EV dan menyampaikan bahwa insentif dari kebijakan pemerintah sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi EV.

Kunjungan Menperin ke Jepang adalah bagian dari road show Pemerintah Indonesia untuk menjajaki dukungan pemulihan ekonomi nasional.

Jepang adalah mitra penting dan strategis Indonesia, khususnya di bidang ekonomi. Selama kurun waktu 2014-2020, Jepang adalah investor terbesar kedua di Indonesia dengan nilai mencapai 27,83 miliar dolar AS.

Selain maraton lobi dengan sejumlah raksasa otomotif Jepang, Menperin melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pejabat tinggi Jepang, antara lain Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang, Hiroshi Kajiyama, Menteri Revitalisasi Ekonomi, Yasutoshi Nishimura, dan Penasihat Khusus PM Jepang, Hiroto Izumi.

Suzuki XL7

“Pertemuan dengan Menteri Kajiyama, Menteri Nishimuradan Penasihat PM Jepang berlangsung sangat produktif. Jepang menyambut baik berbagai kebijakan yang diterapkan di Indonesia, khususnya melalui Omnibus Law yang membuat iklim investasi di Indonesia semakin kompetitif", ujar Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi.

“Selain bertemu perusahaan otomotif Jepang, saya dan Menperin juga telah bertemu kalangan bisnis Jepang, yakni KEIDANREN atau KADIN Jepang, JETRO dan juga JAPINDA (Japan Indonesia Association) untuk menyampaikan berbagai kebijakan terbaru Indonesia di sektor industri yang direspon sangat positif," ia menambahkan.

"Sejumlah kalangan bisnis Jepang juga tertarik untuk mengembangkan industri petrokimia di tanah air dan memanfaatkan berbagai insentif yang diberikan pada Kawasan-Kawasan Industri," tambahnya.