Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melakukan manuver untuk mengajak pabrikan otomotif berinvestasi di Indonesia. Salah satu targetnya adalah Mazda Motor Corporation.

Mazda adalah pemain lama di industri otomotif Tanah Air. Untuk itu, pemerintah berusaha agar pabrikan asal Jepang ini memiliki fasilitas produksi di Indonesia.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pun telah bertemu dengan prinsipal Mazda Motor Corporation di Jepang dalam kunjungan kerja ke Negeri Sakura, belum lama ini.

Berbeda dengan raksasa pabrikan seperti Toyota, Mitsubishi, Suzuki yang menambah investasi, pertemuan dengan Mazda Motor Corporation ini berlangsung alot.

Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan belum menemui titik temu terkait ajakan berinvestasi di Indonesia. Padahal ia suah menyampaikan berbagai kemudahan investasi dan banyak insentif untuk investor otomotif baru di Indonesia.

“Kami terus mendorong agar mereka segera melakukan investasi dan membangun pabrik di Indonesia," kata Agus Gumiwang Kartasasmita.

"Mereka akan segera mempertimbangkan dan memperhitungkan untuk kebutuhan investasi di Indonesia," Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan.

Mazda MX-30

Mazda hingga saat ini memang belum memiliki fasilitas perakitan di Indonesia. Saat ini model-model Mazda yang dijual di Indonesia masih didatangkan langsung dari Jepang. Adapula model Mazda yang diimpor dari Malaysia.

Agus Gumiwang Kartasasmita berharap pada kunjungan selanjutnya yang dijadwalkan pada bulan Mei dapat mendengar perkembangan dari Mazda untuk berinvestasi di Indonesia.

"Kami terus menerus berusaha dan membuktikan dan memberikan macam insentif bagi produsen tersebut, dengan tentu salah satu sebut saja bukti yaitu perusahaan besar otomotif lainnya di Jepang terus memberikan komitmen melakukan ekspansi di Indonesia," kata Agus Gumiwang Kartasasmita.

Dalam pertemuan dengan para prinsipal di Jepang, Menperin menyampaikan kemudahan dan fasilitas untuk meningkatkan ekspor produk kendaraan bermotor, dari Indonesia.

Salah satunya adalah pengembangan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat yang telah diluncurkan awal (soft launching) oleh Presiden RI pada Desember 2020 lalu.

“Pelabuhan Patimban didedikasikan menjadi hub besar dalam produksi kendaraan bermotor di Indonesia maupun ekspor produk otomotif ke pasar global,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menperin berkata, pelaku industri otomotif dapat memanfaatkan Pelabuhan Patimban sebagai mitra strategis dalam aktivitas bongkar muat barang untuk ekspor-impor sehingga bisa menjadi salah satu pusat perdagangan internasional.