Pengisian baterai tidak sampai full, secukupnya hingga mobil bisa sampai ke SPKLU terdekat.

Antisipasi dan berbagai inovasi terus dilakukan Hyundai menghadapi era elektrifikasi kendaraan pada masa mendatang di Indonesia.

Hyundai tidak hanya memperkenalkan dua mobil listrik andalannya, Ioniq dan Kona Electric di Indonesia.

Melainkan juga mempersiapkan berbagai fasilitas untuk pengisian daya baterai kendaraan.

Selain mendirikan lebih dari 40 Charging Station di Indonesia, Hyundai juga punya alternatif lain untuk pengisian daya. Yakni, melalui Emergency Mobile Charging.

Cara ini berguna bagi pengguna mobil listrik yang kendaraannya mulai kekurangan daya saat berada di tengah jalan.

Apalagi, harus diakui, lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) belum terlalu banyak di Indonesia. Wajar jika terbesit rasa khawatir kehabisan baterai saat mengendarai mobil.

Galeri: Mobile Charging dan Mobile Service Hyundai

Maka itulah, bertepatan dengan acara Hyundai Track Day 2021 di Sirkuit Sentul, Jumat (19/3/2021), Hyundai memperkenalkan layanan baru mobile charging untuk Hyundai Ioniq dan Kona Electric.

Kepada wartawan, Putra Samiaji, Head of Service Department PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengatakan, konsep mobile charging ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Intinya, mobile charging ini adalah sebuah mobil EV Hyundai. Contoh yang diperlihatkan dalam kesempatan itu adalah Hyundai Kona Electric.

Nantinya, mobile charging tersebut akan mendonorkan baterai untuk mobil listrik yang sedang mengalami krisis daya baterai di tengah jalan.

“Kami menyediakan layanan mobile charging untuk mobil listrik Hyundai ini selama 24 jam,” Putra menuturkan.

“Jadi mobile charging mendonorkan baterai dalam keadaan emergency, misalnya saat customer kehabisan baterai di tengah jalan karena lupa mengisi,” Putra menambahkan.

Menurutnya, ketika mobil listrik kehabisan baterai, mobile charging datang dengan membawa konverter di bagasinya.

“Konverter inilah yang berfungsi mendonorkan daya listrik dari mobil pendonor ke mobil yang kehabisan listrik,” ia menuturkan.

Dengan konverter tersebut, dijelaskan Putra, pelanggan bisa berjalan sampai ke stasiun pengisian baterai terdekat.

“Jadi kami tidak mengisi baterai sampai full, melainkan secukupnya agar mobil bisa sampai ke SPKLU terdekat. Untuk mendapatkan layanan ini, silakan hubungi call center Hyundai,” kata Putra.

PT HMID Hyundai sejauh ini baru menyediakan empat mobile charging di Indonesia. Masing-masing dua di Jakarta, satu di Bandung, dan satu lagi di Surabaya.

Layanan Mobile Charging ini gratis selama masa garansi, berlaku untuk area tertentu. Ini juga merupakan bagian dari layanan purnajual mereka.

Selain memperkenalkan Mobile Charging, PT HMID juga memiliki layanan Mobile Service yang juga bisa digunakan untuk servis mobil listrik mereka.

Namun, mobil listrik merupakan mobil yang less maintenance (tidak perlalu terlalu banyak perawatan) karena tidak memiliki komponen kompleks seperti mobil bensin pada umumnya.