Hyundai Ioniq Electric dan Hyundai Kona Electric merupakan dua merek mobil listrik produk Hyundai yang sudah beredar di Indonesia sejak akhir 2020.

Dengan spesifikasi dan model berbeda, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memboyong keduanya sekaligus ke Tanah Air untuk memulai penetrasi pasar mobil listrik.

“Kami sengaja bawa Ioniq dan Kona Electric ke Indonesia karena ada orang yang suka model liftback (Ioniq) dan ada juga yang suka model SUV (Kona),” kata Astrid Ariani Wijaya, General Manager PT HMID.

Namun ditambahkan Astrid di sela kegiatan Hyundai Track Day 2021, Jumat (19/3/2021), misi utama mereka bukan untuk mengejar segmentasi pasar dari kedua mobil tersebut.

“Sebenarnya misi utama kami lebih kepada membawa mobil listrik ke Indonesia. Artinya, membawa mobilitas masa depan secepat mungkin kepada masyarakat Indonesia,” ia menegaskan.

Astrid juga menyadari, banyak orang yang skeptis terhadap pasar industri mobil listrik di Indonesia saat ini. Maklum, mobil listrik atau EV (electric vehicle) belum terlalu familiar di Tanah Air.

Apalagi, PT HMID memilih langsung melompat ke persaingan pasar EV tanpa melalui pasar mobil hybrid terlebih dahulu di Indonesia.

“Kalau memang ternyata teknologinya sudah ada di situ, kenapa harus menunggu lama untuk masuk ke era listrik?,” ujarnya.

Pabrik Hyundai sendiri di Korea Selatan sebenarnya juga memproduksi mobil hybrid. Tapi, PT HMID memilih membawa langsung dua mobil listrik ke Indonesia.

Pihaknya memiliki alasan tersendiri terkait keputusan itu, “Setiap perusahaan tentu mempunyai strateginya masing-masing,” kata wanita 42 tahun itu.

“Termasuk kami yang mengusung message global, yakni progress for humanity (kemajuan untuk kemanusiaan),” Astrid menambahkan.

Dalam pesan tersebut menurut Astrid, terdapat unsur future mobility (mobilitas masa depan). Terkait dengan itu, PT HMID ingin mewujudkan misi tersendiri.

“Kami ingin menjadi operator penyedia mobiltas. Bukan hanya terkait mobil, melainkan juga bidang lainnya,” katanya.

GM PT Hyundai Motors Indonesia Astrid Ariani Wijaya (kanan) saat memberikan keterangan di sela  Hyundai Track Day 2021. Foto: Kunta Bayu Waskita/Motor1.com Indonesia.
GM PT Hyundai Motors Indonesia Astrid Ariani Wijaya (kanan) saat memberikan keterangan di sela Hyundai Track Day 2021. Foto: Kunta Bayu Waskita/Motor1.com Indonesia.

Secara global menurut Astrid, Hyundai juga memiliki program lainnya yang terkait dengan mobilitas masyarakat.

Termasuk di antaranya adalah urban air mobility, wearable robot, extra mile mobility, dan lain-lain.

“Intinya kami ingin menjadi penyedia mobilitas untuk semuanya, bukan satu-dua konsumen saja. Mobil listrik hanya salah satu cara,” katanya.

“Lalu, banyak yang bertanya soal kesiapan kita menghadapi era elektrifikasi. Intinya kalau tidak ada yang memulai dari sekarang, terus kapan siapnya dong?,” ucapnya.

Menurut Astrid, semakin banyak brand mobil listrik masuk ke Indonesia, edukasi akan semakin lancar karena stakeholder juga makin banyak.

Harga Terjangkau

Yang jelas, soal harga, Hyundai Ioniq Electric dan Hyundai Kona Electric benar-benar terjangkau untuk pasar mobil listrik Tanah Air.

Untuk Ioniq Electric terdapat dua model, yakni Prime dan Signature. Masing-masing dibanderol dengan harga Rp624,8 juta dan Rp664,8 juta OTR Jakarta.

Kedua model ini memiliki empat pilihan warna eksterior: Polar White, Fluidic Metal, Phantom Black, Fiery Red.

Sementara untuk Kona Electric diniagakan seharga Rp674,8 juta (OTR Jakarta). Mobil ini tersedia dalam warna Chalk White, Galactic Grey, Dark Knight, dan Pulse Red.