Kesan awal di media, dan umpan balik dari para pelanggan mengenai Ford Mustang Mach-E ternyata sungguh luar biasa.

Produsen mobil asal Amerika Serikat (AS) itu kini terus mempercepat proses produksi dan pengiriman crossover EV tersebut.

Tapi, pergerakan Ford tampaknya takkan berhenti di sana. Mereka sudah berniat untuk merakit dua SUV serba listrik tambahan dalam waktu dekat.

Ini sebenarnya bukan kali pertama kita mendengar tentang rencana Blue Oval menghadirkan dua crossover tanpa emisi. Namun, kali ini ada lebih banyak informasi yang tersedia.

Menurut Ford Authority, pabrikan raksasa itu sedang mempersiapkan dua crossover berukuran sedang - satu untuk merek Ford, dan satu lagi buat Lincoln.

Keduanya dilaporkan bakal dibangun bersamaan dengan Ford Mustang Mach-E di Pabrik Perakitan Ford Cuautitlan, Meksiko.

Mengusung kode nama CDX746 dan CDX747, kedua crossover listrik tersebut akan berukuran kira-kira sama dengan Lincoln Nautilus.

Sebagai catatan, Nautilus memiliki panjang sekitar 190 inci (4.826 milimeter) dan lebar 86,1 inci (2.186,9 mm) termasuk spion.

Belum ada kepastian dan konfirmasi, tetapi kami kira mereka akan didasarkan kepada platform yang sama dengan yang menopang Ford Mustang Mach-E.

Tidak banyak lagi yang diketahui saat ini, tapi Ford Authority menyebutkan kedua model itu akan diproduksi pada akhir 2022 atau awal 2023.

Sementara penjualan akan dimulai pada kuartal pertama 2023, sebagai model tahun 2023. Ford ingin memproduksi dan menjual sekitar 65.000 unit gabungan SUV tersebut.

Dua tahun lalu, Ford pernah dilaporkan bakal merakit dua crossover di Pabrik Perakitan Flat Rock, Michigan, AS.

Beberapa bulan kemudian, setelah ramifikasi kontrak dengan UAW pada 2019, Ford berubah pikiran dan memutuskan untuk memindahkan produksinya ke Pabrik Perakitan Ford Ohio.

Namun, tampaknya pabrik Meksiko akan menjadi tujuan akhir - setidaknya untuk saat ini.

Pada 2023 nanti, Ford semestinya memiliki crossover listrik baru yang akan dijual bersama Mustang Mach-E, E-Transit, dan Ford F-150 Elektrik.

Sedangkan di Eropa, merek tersebut disinyalir akan membuat kendaraan listrik kompak berdasarkan platform MEB Volkswagen.