Sebut Xiaomi di Indonesia, pasti hampir semua orang tahu itu apa. Pikiran langsung tertuju pada sebentuk telepon genggam.

Tapi sebenarnya Xaomi akan jauh lebih dari sekadar telepon seluler. Pada akhir November 2020 lalu, kami mengabarkan Xiami akan mulai masuk ke industri mobil listrik.

Mereka akan menjadi pemasok piranti lunak untuk mobil listrik Baojun E300. Baik Xiaomi dan Baojun tentu saja sama-sama berasal dari Cina.

Artinya, jika Xiaomi dikabarkan akan memasuki industri mobil listrik, itu sudah biasa. Kali ini, Xiaomi akan lebih mengejutkan lagi.

Agensi berita asal Cina, 36KR mengabarkan Xiaomi bakal melebarkan jangkauannya di industri mobil listrik.  

Baojun E300 ed E300 Plus

Dilaporkan bahwa Xiaomi akan memiliki kontrak produksi dengan Borgward Automotive dan Kering Auto.

Tapi negosiasinya tidak sederhana. Baik Borgward dan Kering hanya menginkan hal terbaik dari Xiaomi.

Bahkan, kedua perusahaan itu ingin terlibat dalam kontrol kualitas dari produksi yang akan dikerjakan Xiami nanti.

Bisa dibayangkan Xiaomi berniat mengawali debutnya di sektor mobil listrik dengan kendaraan kelas menengah-atas dengan konten teknologi prima.

Komitmen Konkret

Bukti bahwa Xiaomi benar-benar serius dalam produksi mobil listrik bisa ditemukan pada sosok Wang Chuan.

Tiba di Xiaomi pada 2012, Chuan selalu menduduki posisi teratas dan kini telah beralih ke kepala proyek mobil.

Wang Chuan saat ini juga aktif dalam merekrut sumber daya manusia yang cakap yang dijadikan tokoh kunci untuk pengembangan dan produksi proyek.

Xiaomi pasti sudah memutuskan untuk terlibat sebagai pengembang perangkat lunak dan perangkat keras untuk sistem mengemudi otonom.

Masalahnya, mereka harus menghadapi masalah jaringan pemasok. Mencoba memahami apakah lebih baik menginternalisasi proses atau mengandalkan perusahaan eksternal.

Huawei Lebih Maju

Huawei tampak lebih maju dan sudah berpikir tentang produksi. Raksasa Cina itu pasti tidak akan memasuki dunia mobil selama tiga tahun ke depan.

Namun, setelah periode ini, Huawei akan dapat beroperasi secara bebas di sektor otomotif yang memang semakin menarik bagi raksasa elektronik.

Lagi pula, mobil listrik membutuhkan pengetahuan yang serupa dengan pengembangan telepon seluler dan memastikan margin keuntungan yang sangat baik.

Salah satu batasan pada rencana Xiaomi mungkin adalah fakta bahwa perusahaan yang terkait dengan angkatan bersenjata China dilarang berinvestasi di Amerika Serikat.

Galeri: Baojun E300