Rumor soal comeback Mitsubishi Lancer Evolution terus beredar, meskipun pihak perusahaan bersikeras bahwa mereka tidak tertarik untuk menghidupkan kembali model ikonik tersebut.

Brand asal Jepang itu sudah berulang kali mengatakan bahwa Evo kemungkinan tidak akan kembali. Namun, tampaknya para penggemar masih menaruh harapan besar.

Salah satu bentuk kerinduan terhadap Lancer Evo dituangkan dalam rendering tidak resmi. Misalnya, sketsa dari Rain Prisk ini, yang memberikan tampilan modern dan berani seperti sebelumnya.

Bahasa desain Mitsubishi telah berubah secara signifikan sejak Lancer Evo menghilang pada 2016, disebabkan karena perusahaan lebih fokus kepada crossover dan SUV.

Mengaplikasikan gaya tersebut untuk model sedan jelas memiliki tantangan tersendiri.

Namun, Prisk melakukan pekerjaan yang cukup baik saat mengintegrasikan desain front-end Mitsu yang berani ke sketsa Evo baru.

Aksen kromnya memang agak berlebihan, tapi lampu depan super tipis, gril kecil, spoiler dagu depan, serta kap mesin berventilasi ganda memberikan estetika yang pas.

Mobil ini duduk rendah di atas keempat roda, dengan lipatan bodi yang tebal. Hal tersebut menambah penekanan kepada sedan yang, jika tidak, akan terlihat biasa saja.

Mulai dari pintu depan, gagang pintu, hingga spakbor belakang, desainnya menonjolkan kesan sporty.

Melengkapi tampilan tersebut, ada sayap belakang masif yang telah menjadi inti desain Lancer Evo selama bertahun-tahun.

Bagian itu memberinya tampilan yang tampak terinspirasi dari balapan, membantu mobil tersebut menemukan pengikut fanatik.

Salah satu rumor terakhir yang dilaporkan Motor1.com mengenai kembalinya Evo, hadir pada dua tahun lalu.

Kala itu, spekulasi meyakini Evo akan kembali dengan mesin 341 daya kuda (254 kilowatt) yang bersumber dari Renault Megane RS.

Setelahnya, banyak hal telah terjadi kepada Mitsubishi, dan aliansi global yang mereka bentuk bersama Renault dan Nissan.

Tahun lalu, Mitsubishi fokus kembali  memperkuat kolaborasi karena ketiga produsen mobil mengalami stagnasi di tengah persaingan.

Pabrikan asal Jepang itu mengambil peran yang lebih kecil di Eropa, sembari memprioritaskan kawasan ASEAN dan Oseania. Oleh karena itu, kembalinya Lancer Evolution hampir tidak mungkin.