Konsep futurustik ini diharapkan terwujud pada 2023.

Merek asal Amerika Serikat (AS), Segway, telah mengalami perombakan citra dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak diambil alih perusahaan induk baru, Ninebot, brand yang identik dengan skuter penyeimbang diri roda dua itu memperluas rangkaian produk mereka, mencakup sepeda listrik dan go-kart.

Segway telah berkembang pesat sejak dipopulerkan film Hollywood Paul Blart: Mall Cop pada 2009. Namun, evolusinya masih jauh dari selesai.

Hal itu ditegaskan lagi oleh Ninebot ketika memperkenalkan produk terbaru mereka, sepeda motor hybrid hidrogen listrik, Segway Apex H2.

Dijadwalkan untuk rilis pada 2023, desain ambisiusnya lebih cocok dikatakan sebagai fiksi ilmiah alih-alih motor nyata.

Menampilkan dual swingarm satu sisi, Apex H2 akan menggunakan sistem suspensi serupa dengan Rotational Advanced Design Development (RADD) kreasi James Parker, yang ditemukan pada Yamaha GTS 1000 dan Morpho Concept.

Keengganan publik untuk mengadopsi sistem RADD rancangan Parker sudah bukan rahasia. Tetapi, siapa tahu Segway bisa mengubah pandangan tersebut melalui sportbike futuristik mereka.

Galeri: Segway Apex H2 Concept

Selain desain suspensi yang radikal, Ninebot juga akan menggunakan energi listrik dan hidrogen untuk memberi daya kepada Apex H2.

Meskipun tabung hidrogennya dapat ditukar (mirip dengan pembuat soda CO2), kartrid pengganti atau stasiun pengisian ulang juga akan dibutuhkan.

Mengingat masih kurangnya infrastruktur stasiun pengisian daya listrik saat ini, mengandalkan sumber energi ganda mungkin menjadi hambatan alih-alih keuntungan.

Namun, jika perusahaan dapat mewujudkan teori di balik Apex H2 menjadi kenyataa , itu bakal menjadi platform yang sangat menarik.

Segway mengklaim sepeda motor hybrid ini bisa menghasilkan 80 daya kuda (60 kW), mencapai nol hingga 100 km/jam (62 mil/jam) dalam empat detik, serta memiliki kecepatan tertinggi 150 km/jam (93 mil/jam).

Jangkauan keseluruhan tidak diungkapkan, tetapi pihak perusahaan menyebutkan bahwa Apex H2 membakar satu gram hidrogen per kilometer.

Harga retail (MSRP) sebesar ​​10.700 dolar AS - sekitar Rp155,7 juta - juga akan melemahkan banyak model listrik flagship saat ini.

Ya, Apex H2 memang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Tetapi, jika Segway mampu mewujudkannya, sepeda motor itu akan mengubah citra brand AS itu untuk selamanya.