Insiden terbakarnya tangki bahan bakar minyak (BBM) T-301 di area Kilang Pertamina RU VI Balongan beberapa waktu lalu memiliki dampak yang cukup signifikan bagi Pertamina.

Meski begitu sebagai upaya untuk tetap mengamankan ketersediaan BBM, Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap sukses melakukan pengiriman perdana produk Pertalite melalui jalur laut.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari skema alih suplai kebutuhan BBM. Itu dilakukan agar pasokan BBM tetap terjaga dan tidak mempengaruhi ketersediaan BBM untuk masyarakat.

Dari Dermaga III Area Oil Movement (OM) 70 Komplek Pantai Teluk Penyu, Cilacap, kapal bernama lambung Ratu Ruwaidah ini bertolak langsung menuju Integrated Terminal Balongan.

“Ini komitmen kami guna mengamankan stok BBM untuk wilayah Jabodetabek yang sebelumnya disuplai dari Kilang Balongan,” ujar Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina RU IV Cilacap, Hatim Ilwan.

Hatim mengungkapkan loading Pertalite sejumlah 200 ribu barel atau setara 32 ribu kilo liter (KL) ini, sekaligus menjadi catatan sejarah pengiriman BBM khususnya Pertalite melalui jalur laut.

“Sebelumnya, sejak awal tahun ini Pertalite dari RU IV Cilacap dikirim ke Fuel Terminal Lomanis yang kemudian didistribusikan melalui jalur pipa ruas Cilacap – Yogyakarta dan Cilacap – Bandung,” ujarnya.

Hatim menambahkan keberhasilan ini menjadi wujud implementasi tata nilai BUMN, yakni Adaptif.

Adaptasi kilang terbesar milik Pertamina itu ditunjukkan dengan membangun fasilitas tambahan sehingga Pertalite bisa loading via dermaga di Area OM 70 langsung ke kapal pengangkut.

“Ke depan dengan fasilitas ini kami bisa lebih fleksibel mengirim BBM, termasuk Pertamax dan Pertamax Turbo ke wilayah manapun,” ujarnya.

Hatim menjelaskan, pengiriman Pertalite ini merupakan bagian dari tambahan produksi sebesar 400 ribu barel/bulan atau 20% dari produksi Pertalite RU IV sebelumnya yang sebesar 2 juta barel/bulan atau setara 320 juta liter.

Ketersediaan Pertalite harus terjaga dengan baik, mengingat Pertalite merupakan bahan bakar yang gencar dipasarkan Pertamina sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan.

“Pertalite merupakan Bahan Bakar Khusus (BBK) dengan Research Octane Number (RON) minimal 90 dan kandungan sulfur maksimal 500 ppm. Artinya Pertalite jelas lebih ramah lingkungan,” ujar Hatim.