Michelin mengumumkan saat ini telah menginvestasikan dana untuk memodernisasi proses produksi PT Multistrada Arah Sarana yang menjadi basis produksi Michelin di Indonesia.

Michelin secara bertahap juga akan meningkatkan kapasitas, terutama untuk ban roda dua dan ban kendaraan penumpang.

Bukan hanya di Indonesia saja, penambahan kapasitas Michelin juga diprioritaskan di Cina dan Thailand, di mana Michelin memiliki fasilitas manufaktur yang cukup besar.

Khusus untuk Asia, pada 2020, kapasitas produksi ban Michelin mencapai 18 persen dari total kapasitas produksi Michelin di seluruh dunia.

Pada 2023, kapasitas tersebut akan ditingkatkan hingga mencapai 22 persen dan difokuskan melayani kebutuhan pasar Asia.

Pengumuman tersebut disampaikan Michelin pada Capital Markets Day Michelin Group yang diselenggarakan pada 8 April 2021 secara virtual.

Dalam kesempatan tersebut, pabrikan ban Prancis itu juga mengumumkan Michelin in Motion sebagai strategi All Sustainable Michelin untuk tahun 2030.

Visi All Sustainable perusahaan berlandaskan oleh upaya berkesinambungan untuk mencapai keseimbangan antara People, Planet, dan Profit sebagai komitmen Michelin dalam menjalankan bisnisnya.

Dalam acara itu juga dipaparkan ambisi perusahaan untuk 2030, berdasarkan 12 indikator yang mencakup performa lingkungan, sosial, masyarakat, dan finansial.

Yves Chapot selaku General Manager dan Chief Financial Officer mengatakan, “Melalui rencana strategis Michelin in Motion ini, perusahaan memulai strategi pertumbuhan untuk sepuluh tahun ke depan."

"Berpegang pada DNA Michelin, pada 2030 Michelin akan mengalami perubahan signifikan dengan peningkatan dan penambahan bisnis baru."

"Kemampuan Michelin untuk menciptakan kembali jati diri telah menjadi kekuatan utama Michelin selama lebih dari 130 tahun, yang hari ini memberikan rasa percaya diri kami untuk masa depan,” kata Yves.

Meskipun tengah dilanda krisis dan ketidakpastian lingkungan ekonomi, Michelin telah menunjukkan ketahanan dan validitas model bisnisnya.

Rencana strategis baru Michelin in Motion akan mendorong pertumbuhan baru dan mengurangi dampak negatif eksternal.

Pada saat yang sama, Michelin akan terus mengembangkan bisnis ban serta mengintegrasikan bisnis baru, dengan fokus untuk menjaga keseimbangan neraca dan margin.

“Untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bisnis di masa mendatang, salah satu strategi Michelin adalah dengan menyeimbangkan komposisi kapasitas produksi ban di wilayah regional," kata Michelin Jean-Christophe Guerin, Executive Vice President untuk Manufaktur.

"Hal ini berarti meningkatkan jumlah produksi lokal di masing-masing wilayah regional (Amerika, Eropa, Asia, Afrika) untuk memenuhi kebutuhan pasar di masing-masing wilayah," katanya.