"DFSK sudah bersiap dari awal untuk program ini," kata Alexander Barus.

Pemerintah Indonesia makin genjar untuk membuat ekosistem kendaraan listrik. Hal ini pula yang membuat DFSK berminat untuk memproduksi kendaraan ramah lingkungan terbarunya, Gelora E di Tanah Air.

CEO PT Sokonindo Automobile Alexander Barus tak menampik rencana tersebut. Pihaknya pun akan mengakaji terlebih dahulu. 

“Bila ekosistem pasar kendaraan listrik sudah terbentuk di Indonesia. Tapi tentu ini sangat bergantung dengan perkembangan pasar nanti. Tentu ini adalah sebuah keputusan yang baru bisa diputuskan nanti berdasarkan perkembangan kendaraan listrik di dalam negeri,” katanya saat berada di pameran IIMS Hybrid 2021, Minggu (18/4/2021).

“Setelah keluarnya aturan dari Pemerintah mengenai perecepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, DFSK sudah bersiap dari awal untuk program ini. Tentu dengan segala pertimbangan sehingga untuk tahap ini kami mengenalkan Gelora E,” ia menambahkan.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, DFSK berkomitmen untuk mendukung penuh kebijakan pemerintah tersebut.

Komitmen DFSK tersebut dibuktikan dengan memperkenalkan dan mengumumkan pre-order untuk kendaraan DFSK Gelora E.

Kehadiran DFSK Gelora E menjadi pionir sebagai Light Commercial Electric Vehicle pertama di Indonesia. Dan siap untuk menjadi pilihan baru yang ramah lingkungan untuk sektor logistik, transportasi, dan sektor lainnya.

Sistem baterainya didukung dengan pengisian fast charging sebanyak 20-80% dalam tempo 80 menit, dengan jarak tempuh berkendara hingga 300 kilometer berdasarkan NEDC (New European Driving Cycle).

Sedangkan untuk pengisian reguler, DFSK Gelora E memiliki sistem pengisian normal yang cocok untuk lingkungan listrik rumah tangga dengan rata-rata 220V 16A.

Sebagai kendaraan komersial, jelas DFSK Gelora E didukung dengan tenaga maksimal dan bisa diandalkan di berbagai situasi dengan torsi maksimum mencapai 200 Nm.

DFSK Gelora E diklaim mampu menghemat biaya energi menjadi sekitar Rp200 per kilometer.

DFSK Gelora E diklaim memiliki biaya operasional yang lebih rendah, mencapai 1/3 dibandingkan dengan kendaraan komersial konvensional.

DFSK Gelora E dijual melalui sistem pre-order. Untuk DFSK Gelora E model minibus ditawarkan dengan harga berkisar antara Rp510 juta-Rp520 juta.

Sedangkan untuk model blind van dengan harga Rp480 juta-Rp490 juta selama Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 dari 15-25 April 2021.