Perlahan tapi pasti industri otomotif kembali bergeliat. Pemerintah dan berbagai pihak lainnya telah melakukan berbagai upaya untuk percepatan pemulihan sektor ini usai terdampak pandemi Covid-19.

Seperti adanya kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga bergulirnya pameran otomotif bertajuk Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021, belum lama ini.

Hal tersebut berdampak signifikan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan pada Maret 2021 tembus 85.000 unit atau naik 172 persen dibandingkan Februari 2021.

Angka pencapaian total pada Maret 2021 mencapai lebih dari 85.000 unit, mendekati angka pencapaian normal yang berada pada angka sekitar 90.000 unit.

Adanya IIMS Hybrid 2021 juga turut memberikan kontribusi besar pada industri otomotif Tanah Air.  

Selama 11 hari terselenggara di JIExpo Kemayoran, Jakarta, total pengunjung offline selama 11 hari mencapai 100.074 pengunjung.

Berdasarkan data yang terlapor, IIMS Hybrid 2021 berhasil meraih transaksi sebesar Rp1.004.681.580.853 dengan total 2.580 unit. Penyelenggaraan ini mampu beradaptasi dengan mengedepankan penerapan protokol kesehatan berpedoman CHSE.

Kabar ini pun mendapat sambutan baik dari berbagai pihak, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menilai industri otomotif sudah mulai pulih. Menurutnya, seiring dengan kembali bergairahnya otomotif, akan berdampak pada percepatan pemulihan perekonomian.

Jokowi berharap industri otomotif dapat turut berdampak pada peningkatan sektor lainnya seperti kegiatan UMKM hingga peningkatan ekspor.

Lebih dari itu, Jokowi berharap pemulihan industri otomotif dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi. Hal ini diungkapkan presiden ke-7 Republik Indonesia itu saat membuka IIMS Hybrid 2021.

Jokowi mengatakan, industri otomotif merupakan salah satu penggerak perekonomian karena banyak melibatkan pelaku usaha. Oleh karena itu industri otomotif merupakan salah satu industri yang menjadi prioritas untuk didorong.

"Keterlibatan UMKM dalam rantai pasok juga harus terus ditingkatkan. Dan nilai tambah untuk ekonomi dalam negeri juga harus menjadi prioritas. Tentu saja yang paling penting adalah penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Golnya adalah di sini," ujar Jokowi.