Cocok sebagai tunggangan di perkotaan.

Sepeda motor kecil menjadi semakin populer di seluruh dunia. Bahkan di Amerika Serikat (AS), orang mulai menyadari bahwa mesin berkapasitas besar dan daya kuda tinggi bukan kebutuhan mutlak.

Meskipun keren dan mengasyikkan memiliki tunggangan bertenaga lebih dari seratus daya kuda, senjata sebanyak itu tidak diperlukan untuk komuter kota yang praktis dan stylish.

Bakal menarik melihat sepeda motor macam Royal Enfield Meteor 350 atau KTM 200 Duke tersedia di pasar AS.

Dengan daya kuda yang hampir tidak cukup untuk mempertahankan kecepatan di jalan bebas hambatan, motor tersebut justru bersinar di lingkungan perkotaan dan jalanan berbelok yang sempit.

Sementara di luar Negeri Paman Sam, banyak perusahaan bekerja keras untuk meningkatkan lineup sepeda kecil mereka.

Benelli, misalnya, telah meluncurkan Leoncino 250 baru di pasar Filipina. Sepeda motor tersebut diharapkan dapat mencapai showroom seluruh Asia Tenggara dalam beberapa bulan mendatang. 

The Benelli Leoncino 250 Is A Stylish Beginner-Friendly Bike

Nama Leoncino secara harfiah diterjemahkan menjadi "anak singa".

Dengan iterasi paling populer dari sepeda motor ini adalah Leoncino 500, model barunya bahkan lebih kecil - baik dari segi mesin maupun ukuran.

Sebagai permulaan, ia dibekali mesin silinder tunggal 250cc mungil. Pendingin cairan, injeksi bahan bakar, dan overhead cam ganda memberi unit tersebut 26 daya kuda yang segar.

Sementara transmisi 6 kecepatannya kemungkinan akan membuat Leoncino 250 mampu melaju sekitar 70 mil/jam.

Motor ini dibalut bodywork agak ramping. Dan, karena bentuk tangki dan mesinnya yang kurus, Leoncino juga sangat mirip dengan Husqvarna Svartpilen 401.

Jelas terlihat bahwa Benelli memposisikan motor ini sebagai tunggangan yang menyenangkan dan berorientasi perkotaan.

Raungan knalpot silinder tunggalnya yang gemuk juga menonjol, dan mengingatkan kita kepada sepeda motor trail kecil yang menyenangkan.

Sekarang kita bicara soal harga. Leoncino baru dijual dengan banderol 199.000 peso, atau setara dengan Rp59,6 juta.

Itu hanya sedikit lebih mahal dari harga eceran pesaing terdekatnya, Husqvarna Svartpilen 200, yang dijual di pasaran senilai 175.000 peso, atau sekitar Rp52,4 juta.