Jika mulus, proses produksinya akan dimulai pada 2023.

Dulu, jika Anda menginginkan supercar yang buas, pilihannya sangat terbatas - dan biasanya berasal dari Italia.

Kini, keadaan sudah jauh berbeda. Hampir setiap pekan ada perusahaan niche yang muncul dengan rendering dan statistik mencengangkan, demi menarik perhatian pembeli.

Sayang, sebagian besar ide tersebut mati dan tenggelam tanpa pernah terealisasi. Namun, Morand Cars, yang berbasis di Swiss, bertekad mengadu peruntungan lewat hypercar hybrid mereka.

Digadang sebagai hypercar pertama yang meluncur dari Negeri Cokelat, Morand Cars bekerja sama dengan perusahaan lain asal Swiss bernama Bcomp, yang punya spesialisasi di bidang komposit dan material berkelanjutan.

Idenya adalah merakit hypercar kaku yang ringan dan ramah lingkungan, memanfaatkan "komposit serat alami" untuk bodi dan interiornya.

Ternyata, Bcomp pernah bekerja sama dengan salah satu tim Formula 1 untuk menciptakan jok balap komposit serat alami.

Sementara itu, staf eksekutif di Morand Cars juga memiliki pengalaman dalam bidang balap dan teknik. Jadi, ada lebih dari cukup pengetahuan otomotif yang bekerja di balik layar.

Morand Cars Swiss Hypercar Rendering
Morand Cars Swiss Hypercar Rendering

Oke, sekarang mari kita bicara tenang statistiknya yang mengejutkan.

Rencana untuk hypercar yang belum punya nama ini adalah menawarkannya sebagai model plug-in hybrid dan full EV, masing-masing dengan tenaga yang dialirkan menuju keempat roda.

Dalam konfigurasi hybrid, mesin V10 akan dipasangkan dengan tiga motor listrik untuk menghasilkan sekitar 1.200 daya kuda (859 kilowatt).

Namun, pencuri perhatian sesungguhnya adalah versi full EV, yang mengemas empat motor listrik untuk menghasilkan output gabungan 2.000 dk (1.491 kW).

Sedangkan untuk waktu pengisian, EV tersebut dikatakan bakal penuh kembali dalam waktu kurang dari 10 menit - tergantung koneksi charger.

Bobot untuk versi hybrid ditargetkan pada 3.020 pon (1.370 kilogram), sementara EV akan lebih ringan pada 2.755 pon (1.250 kg).

Dengan demikian, kedua mobil tersebut mampu mencatat kecepatan tertinggi lebih dari 250 mil/jam (400 km/jam), meskipun sejauh ini hanya model hybrid yang memiliki statistik akselerasi.

Ya, injak pedal gas dalam-dalam dan hypercar itu akan mencapai 124 mil/jam (200 km/jam) dalam waktu sekitar 6,4 detik. Tentu saja, semua itu masih bersifat teoritis.

Morand Cars saat ini berada pada tahap pertama dari tiga fase pengembangan, dan kami belum melihat prototipe fisik dari proyek ambisius ini.

Akankah brand kebanggaan Swiss itu sukses pada akhirnya, atau apakah Morand Cars akan mengalami nasib serupa dengan banyak startup hypercar lainnya, harus kandas dan tenggelam? Kita tunggu saja.

Kendaraan yang berfungsi penuh akan menjadi bagian dari fase kedua, dan menurut Morand Cars, akan siap pada 2022.

Jadi, jika kita tidak melihat apapun dari Morand Cars pada saat itu, jawaban pertanyaan tadi sudah cukup jelas.