Huracan Evo terbaru jalani debut dengan mesin Lamborghini Performante.

Ketika Lamborghini Huracan Evo keluar pada awal 2019, mereka yang berada di pasar entry-level Lambo menghadapi keputusan yang sulit.

Haruskah mereka yang jumlahnya satu persen di pasar Lambo ini menggunakan Lamborghini Huracan facelift siklus tengah?

Atau haruskah mereka memilih Lamborghini Huracan Performante yang lebih hardcore tapi sedikit lebih tua?

Pilihan sulit seperti itu menjadi dilema bagi Brooks, seorang petrolhead yang dikenal karena saluran YouTube-nya, DragTimes. Tetapi ia akhirnya lebih memilih Lamborghini Evo.

Untuk melihat apakah ia menyesali keputusan tersebut, Brooks menghadapi Lamborghini Performante dalam perlombaan drag race.

Pertarungan dua Lamborghini tangguh tersebut dapat Anda tonton pada video dari DragTimes yang kami sematkan di atas.

Galeri: Lamborghini Huracan EVO 2020

Jika Anda tidak menyadarinya, Lamborghini Huracan Evo baru menjalani debutnya dengan mesin Lamborghini Performante di belakang joknya.

Itu berarti Lamborghini Huracan Evo memiliki mesin V10 5,2 liter naturally aspirated yang mendorong 630 tenaga kuda (470 kilowatt) dan torsi 600 Newton-meter (443 pon-kaki) ke keempat roda.

Mobil ini juga ringan, dengan berat sekitar 1.422 kilogram (3.135 pon, kering). Sehingga memungkinkan Lamborghini Huracan Evo untuk mencapai akselerasi tinggi.

Rinciannya, Lamborghini Huracan Evo berakselerasi dari kecepatan 0 hingga 62 mil per jam (0-100 kilometer per jam) dalam 2,9 detik. Atau, 0,3 detik lebih cepat daripada model pra-facelift.

Tapi ingat, Lamborghini Huracan Performante bahkan lebih ringan daripada Evo, dengan hanya memiliki bobot 3.047 lbs (1.382 kg).

Namun, fakta itu tidak merusak peluang Lamborghini Huracan Evo untuk menaklukkan Performante, seperti yang akan Anda saksikan dalam video balapan drag race di atas.

Yang jelas, duel dua Lamborghini ini merupakan pertarungan yang ketat, tapi Lamborghini Huracan Evo jelas menang melawan Performante di trek drag strip.

Tapi, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Lamborghini Performante tampaknya mengalami macet di garis start. Ban pada setiap model juga bisa memengaruhi hasil.

Apa pun masalahnya, dua dari tiga kemenangan (dengan satu kemenangan untuk Performante yang dihasilkan dari lompatan di garis) agak meyakinkan, mengingat mobil-mobil ini masih tersedia.

Lebih penting lagi, kedua mobil ini lebih baik diperbandingkan langsung di trek daripada di drag strip. Bagaimana menurut Anda? Beri tahu kami komentar Anda di bagian bawah.