Hyundai dikabarkan siap menginvestasikan 7,4 miliar dolar AS (Rp105,6 triliun) ke dalam fasilitas mereka di Amerika Serikat (AS) hingga 2025.

Ini termasuk peningkatan fasilitas pabrik demi membangun sebuah EV di Negeri Paman Sam mulai 2022. Dan, model itu rencananya akan dijual pada tahun depan.

Namun, Hyundai masih enggan membahas secara spesifik soal kendaraan listrik buatan AS tersebut.

Dalam pengumuman investasi, perusahaan asal Korea Selatan itu melempar pernyataan misterius:

"Hyundai dan Kia akan memantau kondisi pasar serta kebijakan EV pemerintah AS untuk menyelesaikan rencana mereka meningkatkan fasilitas produksi di AS, dan secara bertahap memperluas produksi EV lokal."

Galeri: Hyundai Prophecy concept

Dilihat dari rencana produk perusahaan, model anyar tersebut kemungkinan besar adalah Hyundai Ioniq 6, yang diprediksi siap diluncurkan tahun depan.

Kendaraan itu diyakini akan mengambil isyarat gaya dari sedan konsep Prophecy yang cantik (ditampilkan pada galeri di atas).

Hyundai juga bakal berinvestasi dalam infrastruktur hidrogen di AS. Ini termasuk membuat demo truk sel bahan bakar yang akan debut pada akhir tahun.

Kendaraan itu akan memperlihatkan logistik perjalanan yang dibutuhkan antara pelabuhan dan gudang pedalaman, dengan menggunakan tenaga hidrogen.

Sementara, porsi lain dari investasi digunakan untuk mendongkrak sisi high tech Hyundai. Misalnya, dalam mengembangkan pesawat terbang, robotika, dan teknologi kemudi otonom.

Salah satu langkah yang bakal diambil adalah meluncurkan anak perusahaan di Washington DC, untuk menangani operasi mobilitas udara perkotaan milik perusahaan.

Kucuran dana juga akan mengalir ke Boston Dynamics, meskipun Hyundai tidak merinci seberapa besar atau untuk hal apa investasi tersebut.

Sang produsen mobil mengakuisisi perusahaan robotika itu pada akhir tahun lalu, tepatnya Desember 2020.

Hyundai juga meluncurkan usaha joint venture bernama Motional, buah kerja sama dengan perusahaan teknologi mobilitas, Aptiv.

Tujuan besarnya adalah untuk mengkomersialkan robotaxi tanpa pengemudi pada 2023, sebagai bagian dari kemitraan dengan Lyft.

Perusahaan asal Negeri Ginseng itu sedang melakukan pengujian dengan model Ioniq 5 yang dilengkapi secara khusus di jalanan umum.