[UPDATE] Selama siaran live stream untuk mengumumkan agenda elektrifikasi, sebuah teaser Lamborghini serba listrik ditampilkan secara singkat. Kami melampirkannya pada artikel ini. Siluet samar dari apa yang mungkin menjadi pengganti Huracan dan Aventador juga muncul.

Kita berada pada 2014, ketika Lamborghini menggemparkan Paris Motor Show dengan peluncuran Asterion.

Konsep tersebut memasangkan mesin V10 naturally aspirated dengan tiga motor listrik, untuk menghasilkan output gabungan besar-besaran hampir 900 daya kuda.

Mobil itu tidak pernah melewati tahap produksi, mengingat baru pada 2019 model jalan raya pertama yang dialiri listrik dari Sant'Agata Bolognese terungkap sebagai Sian FKP 37.

Galeri: Lamborghini Hybrid dan EV

Lompat ke Mei 2021, Lamborghini mengumumkan rencana untuk mengurangi separuh emisi CO2 pada awal 2025, dengan mengubah tiga model mereka jadi hybrid: Huracan, Aventador, dan SUV Urus.

Demi mewujudkannya, brand Italia tersebut akan meluncurkan seri produksi hybrid pertama mereka pada 2023 - mengikuti Sian edisi terbatas, yang hanya ada 19 roadster dan 63 coupe sedang dirakit.

Investasi lebih dari 1,5 miliar euro (sekitar Rp27 triliun) akan dilakukan dalam empat tahun ke depan, untuk mengelektrifikasi portofolio produk mereka.

Sebagian dari dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan teknologi serat karbon, agar bisa mengimbangi bobot tambahan yang dimunculkan hardware hybrid.

Pada akhir 2024, ketiga model tadi diharapkan sudah menampilkan sentuhan listrik.

Selama paruh kedua dekade ini, lineup produk Lamborghini akan berkembang sampai menelurkan model keempat, yang akan menghilangkan mesin pembakaran sama sekali.

Ya, produsen mobil tersebut juga secara resmi mengonfirmasi bahwa EV murni mereka akan diluncurkan setelah 2025.

Pihak perusahaan masih tutup mulut mengenai jenisnya, apakah itu akan menjadi mobil sport dua pintu atau penawaran yang lebih praktis seperti SUV.

Berbicara tentang pintu tambahan, kita masih menanti sosok sedan produksi berdasarkan konsep Estoque, yang kini sudah berusia 13 tahun.

Meski elektrifikasi tidak bisa dihindari, karena Lamborghini pasti ingin memenuhi batasan emisi yang lebih ketat untuk menghindari denda, para puritan tidak perlu khawatir.

Brand Italia itu berjanji untuk menjadikan performa sebagai "prioritas mutlak" saat menambahkan varian hybrid dan serba listrik.

Sebelum itu terjadi, sepasang supercar bertenaga V12 akan diumumkan pada akhir tahun ini.

Mereka akan merayakan mesin pembakaran pada 2021 dan 2022, dengan meluncurkan kendaraan yang mengingatkan kita lagi kepada "sejarah gemilang dan produk ikonik masa lalu dan kini."

Belum ada yang resmi. Namun, dengan Countach LP500 merayakan anniversary ke-50, tahun ini, mungkin salah satu model V12 akan jadi tribute supercar ikonik tersebut.

Mobil itu akan mengikuti jejak Miura Homage yang berbasis Aventador, diluncurkan pada 2016 untuk menandai perayaan setengah abad dari sang supercar pionir.