Sudah menjadi kebiasaan lumrah bagi masyarakat kita untuk membuang produk yang rusak demi menggantinya dengan yang baru. Seni memperbaiki sesuatu mulai luntur.

Namun, tidak setiap barang yang rusak akan dibuang ke tempat sampah.

Pada artikel ini, kita akan membahas soal Toyota Supra yang hancur dan mendapatkan kesempatan kedua sebagai kendaraan pelatihan di Inggris Raya.

Dia menjadi bahan ajar untuk para teknisi mengenai konstruksi unik mobil dan bahan yang digunakan dalam membuatnya.

Eksterior yang rusak dan seluruh interior dihilangkan demi memamerkan bagian-bagian dari fondasi mobil.

Toyota menggunakan beberapa jenis bahan untuk struktur Supra: tiga jenis aluminium, satu baja ringan, lima baja berkekuatan tinggi, dan tiga baja berkekuatan sangat tinggi.

Setiap bahan diberi kode warna untuk memudahkan proses identifikasi bagi teknisi.

Paul Collins, manajer proyek dan pelaporan bodi-cat Toyota Great Britain, menjelaskan bahwa kendaraan pelatihan bisa mengajarkan teknisi bagaimana bahan mempengaruhi kinerja dan kemampuan keselamatan mobil.

Galeri: Kendaraan Training dari Rongsokan Toyota Supra

“Kami ingin para teknisi memahami berbagai jenis material, di mana transfer energi terjadi, dan di mana panel kendaraan dapat atau tidak dapat dipotong. Ini adalah bantuan visual yang bagus,” kata Collins kepada Toyota UK Magazine - anak perusahaan Toyota Motor Corp.

Menurut Collins, ini adalah pertama kalinya Toyota melakukan hal seperti ini, sampai menanyakan kepada perusahaan asuransi apakah bisa memperoleh kendaraan tersebut.

Mereka dengan senang hati menyumbangkannya.

Mobil kian hari semakin kompleks. Dan, terkadang, kerumitan tersebut melampaui teknologi keselamatan terbaru dan kenyamanan.

Konstruksi mobil juga terus maju, karena para automaker telah menemukan cara menggunakan bahan baku baru dan berbeda untuk membangun kendaraan yang lebih aman, lebih kuat, lebih ringan, dan lebih cepat.

Supra rusak itu awalnya akan digunakan untuk pelatihan kesadaran tabrakan (collision awareness), sebelum Collins berpikir memanfaatkannya untuk tujuan lain.

Toyota ingin teknisi mereka memiliki pengetahuan sebanyak mungkin tentang produk perusahaan.

Dan, ini adalah cara ideal untuk mengajar, sembari menyelamatkan beberapa mobil agar tidak berakhir di tempat rongsokan.