BMW, Daimler, dan Ford memiliki data yang sangat banyak yang tersimpan di database di Cina

Mobil makin canggih. Tak semata-mata sebagai alat transportasi dan gaya hidup tapi jauh lebih penting daripada itu.

Saat ini, mobil sudah dilengkapi dengan kamera, GPS, dan berbagai macam sensor. Semua itu tersimpan sebagai sebuah data.

Bayangkan, satu mobil bisa menyimpan data sebanyak itu, bagaimana jika ratusan ribu mobil. Ini data yang sangat banyak.

Data-data itulah yang jadi landasan pabrikan mobil untuk melakukan riset. Mereka mengolah data untuk merumuskan apa yang paling dibutuhkan konsumen.

Dari hasil rumusan itu bisa menghasilkan banyak hal, salah satu yang terpenting adalah teknologi terbaru yang dibuat berdasarkan kebutuhan pengendara.

Tesla Sentry Mode
Il Tesla Sentry Mode

Masih soal Cina

Ini lagi-lagi soal Cina yang memang merupakan pasar otomotif terbesar di dunia. Banyak pabrikan bertempur di Cina demi meraih angka penjualan tertinggi.

Lebih dari itu, pabrikan itu pun ikut menyemai data dari mobil-mobil mereka yang dipakai oleh konsumen di Cina.

Satu kabar menarik dilansir oleh Automotive News Europe. Dijelaskan bahwa BMW, Daimler dan Ford akan siap untuk memindahkan data dari Cina ke markas mereka.

Ini harus segera dilakukan untuk menghindari masalah dengan pemerintah setempat. Wajar, lantaran otoritas Cina pun juga butuh data tersebut.

Salah satu merek pertama yang terlibat dalam penyelidikan publik adalah Tesla. Mereka sedang diselidiki soal bagaimana menggunakan data dari penjualan mobil di Cina.

Kami mengingatkan Anda bahwa semua model juga dilengkapi dengan Sentry Mode yang canggih.

Sederhananya, mobil ini dilengkapi rangkaian kamera di bodinya yang bisa merekam kemungkinan upaya pencurian.

Kekhawatiran seperti itu, menurut kantor berita Reuters, membuat pemerintah Cina telah meminta para pegawai yang memiliki Tesla untuk memarkir jauh dari fasilitas negara.

Tidak jelas apakah keputusan tersebut juga akan memengaruhi BMW, Ford, dan Daimler atau tidak.

Seperti Tesla, pada kenyataannya, pabrikan ini juga memiliki model berteknologi maju dan menyimpan data mereka di beberapa server di Cina.

Mobileye, il futuro della guida autonoma

Konsekuensinya

Mengapa pabrikan bergantung pada database di Cina? Jawabannya karena mereka diwajibkan oleh hukum di negara itu.

Peraturan keamanan siber Cina memang mengharuskan semua perusahaan yang menjual barang di negara tersebut untuk menyimpan data lokal secara eksklusif di Cina.

Undang-undang tersebut disahkan pada 2017, sehingga urusan database ini pun dapat menimbulkan masalah serupa bagi pabrikan.

Tidak diketahui bagaimana situasi ini dapat memengaruhi rencana pabrikan. Faktanya, Cina adalah tempat yang sangat subur untuk menguji teknologi baru.

Sebut saja perangkat mengemudi otonom atau mengemudi tanpa pengemudi yang saat ini sedang tren dan serius dikembangkan pabrikan.

Apalagi, Cina merupakan salah satu titik acuan utama dunia untuk pengembangan software dan hardware untuk mobil.

Dengan kata lain, tempat terbaik untuk mencoba inovasi di lapangan adalah Cina dan semua pihak mengetahui ini.

Namun, untuk bereksperimen dan terus mengembangkan prototipe, pabrikan membutuhkan data.

Jika ada masalah dengan data mereka atau dengan pemerintah Cina, maka jalan ke masa depan akan sangat berat.