Mobil listrik ini kemungkinan akan hadir di pasaran tahun depan.

Pada Oktober tahun lalu, Renault meluncurkan Megane eVision Concept dalam acara bertajuk Renault eWays: The Challenge towards Zero Emissions (Renault eWays: Tantangan menuju Nol Emisi yang sepenuhnya digital).

Ini seakan mengisyaratkan Renault Megane EV generasi berikutnya bakal hadir untuk pasar Eropa.

Kendaraan bertipe hatchback ini akan menjadi model full-electric pertama dari merek Prancis tersebut di segmen C Eropa.

Bergabung dengan saudara-saudaranya di segmen A, Renault Twingo E-Tech Electric, dan segmen B, Renault Zoe.

Renault baru saja merilis gambar teaser pertama dari Renault Megane Electric ini dengan versi produksi dari konsep yang akan datang.

Dan sepertinya, tidak keliru jika mengatakan bahwa tidak akan ada perubahan yang terlalu drastis dari sisi desain.

Dilihat dari foto-fotonya, mobil yang juga disebut sebagai Renault Megane E-Tech Electric ini akan menjadi perpaduan yang menarik antara berbagai model.

Yaitu hatchback tradisional, crossover, dan bahkan kendaraan serbaguna, dengan bagian belakang mengingatkan kita pada Renault Espace generasi terbaru.

Renault juga suka menyebut mobil segmen C barunya ini sebagai Renault MeganE (diucapkan "Megane e"). Dikatakan bahwa 30 prototipe pra-produksi pertama dari mobil ini telah dirakit.

Semuanya siap untuk diluncurkan di jalan umum pada musim panas ini dengan melibatkan para insinyur di dalamnya.

Lebih penting lagi, pabrikan asal Prancis ini telah mengonfirmasi beberapa spesifikasi teknis MeganE yang terlihat menjanjikan.

Berdasarkan platform CMF-EV modular, mobil listrik ini akan ditenagai oleh motor listrik berkekuatan 217 tenaga kuda (160-kilowatt), yang mungkin disalurkan ke roda depan.

Paket baterai 60 kWh akan memasok energi listrik yang dibutuhkan oleh sistem, dengan Renault menjanjikan jarak sekitar 280 mil (450 kilometer) dalam sekali pengisian daya, diukur dengan siklus WLTP Eropa yang agak murah hati.

Kami berharap model produksi Renault Megane Electric (atau apa pun namanya nanti) akan ditawarkan dengan sejumlah opsi powertrain yang berbeda.

Yakni, tergantung pada ukuran baterai, meskipun terkait powertrain belum ada yang dapat dikonfirmasi untuk saat ini.

Melihat seberapa cepat Renault telah berkembang dari konsep ke model produksi, kami berharap untuk melihat Megane EV baru ini memasuki showroom di Eropa menjelang paruh pertama tahun depan.

Kendaraan listrik memang akan memainkan peran utama dalam rencana Renault untuk menjual hampir seluruhnya mobil nol-emisi pada tahun 2030.