Bisa jadi, jika sukses, motor ini akan hadir di pasar lain dengan logo Suzuki.

Mungkin satu dekade lalu, gagasan tentang motor penjelajah bermesin kecil tidak pernah terdengar atau bisa jadi diharamkan.

Motor penjelajah, seperti namanya, dimaksudkan untuk melaju di jalan terbuka dengan kecepatan tinggi dalam gaya dan kenyamanan maksimal.

Ini sepertinya pekerjaan yang tidak bisa ditangani oleh motor yang kapasitas silindernya di bawah 400 cc.

Oleh karena itu kebanyakan motor penjelajah Amerika klasik sangat mendewakan mesin berkapasitas besar.

Berkonfigurasi V-twin diukur dalam inci kubik daripada cc standar industri sekarang. Volume jadi segalanya.

Namun, perubahan seperti sudah jadi takdir dan itu terjadi. Lanskap motor penjelajah tidak terkecuali.

Chinese Motorcycle Manufacturer Haojue Unveils New 300cc Cruiser

Hari-hari ini, motor penjelajah berkapasitas kecil sangat populer, terutama di Asia, di mana banyak sepeda motor premium telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada pasar Cina, khususnya, beberapa pabrikan baru dan terkenal di sana telah mulai meluncurkan motor penjelajah berkapasitas 300 cc.

Lihat saja, Honda dengan CM300-nya, Benda Jinjila 300, dan KR GV 300 Qingqi. Itu saja belum cukup.

Kami juga mengetahui bahwa perusahaan induk Benelli dan mitra Harley-Davidson di Cina, QJ Motor, akan segera merilis cruiser 300 cc miliknya sendiri.

Pabrikan sepeda motor Cina lainnya yang mulai ikutan membuat motor penjelajah bermesin kecil adalah Haojue.

Anda mungkin atau mungkin belum pernah mendengar nama ini sebelumnya, tapi jika terdengar familiar, itu karena Haojue adalah mitra Suzuki di pasar Cina.

Haojue bertanggung jawab untuk mengembangkan platform Suzuki GSX-S300. Bisa dikatakan pabrikan ini lumayan kompeten.

Melompat dari platform nakedbike serbaguna ini, Haojue telah memutuskan untuk mengubahnya menjadi sebuah motor penjelajah, yang disebut TR300.

Kini, Haojue TR300 tidak seperti skuter 300 cc yang disebutkan sebelumnya dalam arti bahwa itu adalah motor entry-level dan barebone di kelas motor penjelajah ringan.

Kemungkinan besar motor ini memakai jenis mesin yang sama dengan Suzuki GSX-S300, yaitu mesin paralel-twin berpendingin cairan 298 cc.

Hanya berkekuatan 30 daya kuda, Haojue TR300 dipastikan tak akan bisa memberikan kejutan saat bukaan gas pertama untuk akselerasi.

Jadi, jangan harap pula bisa wheelie memakai motor ini karena pasti tak akan mampu lantaran tenaga yang sangat terbatas alias tak cukup untuk mengangkat roda.

Namun, jika dipakai sekadar berkelana dengan nyaman di jalan, Haojue TR300 sudah cukup memuaskan.

Bisa jadi, pemiliknya hanya memakai motor ini untuk sekadar gaya-gayaan memakai dari rumah ke kantor atau untuk berjalan-jalan di dalam kota.

Jelas terlihat bahwa Haojue TR300 memiliki beberapa komponen yang cukup mendasar dan belum sempurna.

Kabarnya, ketika Haojue TR300 secara resmi meluncurkannya di pasar Cina, perkirakan harganya akan cukup terjangkau.

Jika sebuah motor melihat sukses besar di pasar Cina, siapa yang tahu. Mungkin kita bisa melihatnya memakai emblem Suzuki dalam waktu yang tidak terlalu lama.