Sebagian besar informasi yang bocor berasal dari 3,1 juta pelanggan Audi di Amerika.

Membeli, menyewakan, atau membiayai mobil melibatkan transaksi keuangan. Oleh karena itu, kita semua harus hati-hati terhadap semua data yang kita berikan kepada pihak lain.

Bahkan tanpa secara eksplisit mengatakannya, informasi pribadi pelanggan harus diamankan setiap saat, terutama saat membeli mobil.

Seperti yang terjadi di Amerika Serikat belum lama ini, vendor yang dipercaya Volkswagen Group of America telah lalai dalam melindungi privasi pelanggannya.

Sehingga, menyebabkan kebocoran data dari lebih dari 3,3 juta konsumen VW wilayah Amerika Utara (Amerka Serikat dan Kanada).

Automotive News telah memberitakan masalah tersebut, dan memperoleh pernyataan dari VW of America.

Pihak Volkswagen Group of America mengakui pada Jumat (11/6/2021) bahwa pihak ketiga secara tidak sah berhasil memperoleh informasi pribadi terbatas tentang pelanggan dan calon pembeli.

Kebocoran berasal dari vendor yang digunakan merek Audi, Volkswagen, dan beberapa dealer di Amerika Serikat dan Kanada untuk penjualan dan pemasaran digital.

Informasi tersebut diambil antara tahun 2014 dan 2019 dari file elektronik yang dibiarkan tanpa jaminan oleh vendor yang tidak disebutkan namanya itu.

Sebagian besar informasi yang bocor berasal dari 3,1 juta pelanggan Audi atau pembeli yang tertarik di Amerika Serikat dan 163.000 orang di Kanada.

Untuk Volkswagen, sebanyak 3.300 pelanggan dan pembeli yang tertarik membeli VW juga ikut menjadi korban.

Informasi yang terlibat dalam kebocoran ini termasuk nama, alamat surat, alamat email atau nomor telepon, dan beberapa VIN serta fitur kendaraan.

Meski demikian, sekitar 90.000 pelanggan Audi atau pembeli yang tertarik di Amerika Serikat berada dalam bahaya yang lebih besar daripada yang lain.

Itu karena terpampangnya banyak informasi sensitif yang terkait dengan para korban tersebut, di antaranya mencakup nomor SIM dalam 95 persen data pribadi yang tersebar.

Lalu, sebanyak lima persen data lainnya lebih lengkap lagi dengan mencantumkan tanggal lahir, nomor Jaminan Sosial, dan nomor rekening yang diperoleh oleh pihak ketiga yang tidak berwenang.

Pihak VW mengatakan tidak ada informasi sensitif yang diperoleh dari pelanggan yang berada di Kanada.

Pabrikan otomotif yang berkantor pusat di Jerman itu juga sudah memberi tahu semua individu yang terkena dampak secara langsung.

Selain itu, sebanyak 90.000 individu yang informasi sensitifnya diambil akan ditawarkan layanan perlindungan kredit secara gratis.