Akibat pandemi Covid 19, terjadi perubahan gaya hidup manusia. Lebih spesifik di artikel ini adalah kebiasaan mengemudi orang Amerika Serikat (AS).

Pada 2020, saat pandemi di posisi puncak, tak banyak orang AS yang bepergian sehingga tak banyak pula mobil berada di jalanan.

Pada sisi lain, makin banyak pula dari mereka yang membuang mobil mereka ke tempat rongsokan (junkyard).

Sekitar lima persen dari total mobil yang ada di AS terbuang ke tempat barang rongsokan pada 2020. Namun, langkah itu memiliki efek yang tidak biasa.

Kehidupan new normal itu pun berdampak pada rata-rata usia pemakaian mobil mencapai rekor tertinggi, yaitu 12,1 tahun atau sekitar satu tahun, satu bulan, dan dua pekan.

Galeri: 10 Mobil Bekas Paling Populer Saat Covid

Anda akan dituntun untuk percaya bahwa membuang begitu banyak kendaraan akan menurunkan usia rata-rata kendaraan.

Tapi, ada perspektif yang berbeda yang ditampilkan pada data. Sebanyak 15 juta mobil dibuang ke tempat rongsokan pada 2020.

Itu membuat jarak tempuh kendaraan di AS secara keseluruhan menurun sebesar 13 persen.

Membuang mobil dalam jumlah yang begitu besar biasanya akan menurunkan usia rata-rata.

Namun, kombinasi jarak yang ditempuh dan kekurangan chip menyebabkan kondisi  sebaliknya atau malah menyebabkan usia rata-rata yang memanjang.

Sederhananya, orang yang tak membuang mobilnya tetap mempertahankan mobil mereka meski jarang dipakai.

Itulah yang membuat usia rata-rata pemakaian mobil bertambah karena mereka tak membeli mobil baru.

Pembaca yang serius mengikuti perkembangan akan tahu kesulitan yang dialami pabrikan yang menyebabkan harga mobil baru meroket.

Ini juga yang membuat orang menahan untuk membeli mobil baru. Ini berarti bahwa lebih banyak orang daripada sebelumnya memilih untuk membeli mobil bekas.

Bahkan, dengan pembeli yang beralih ke pasar bekas, mobil bekas tidak kebal dari kenaikan harga yang artinya harga mereka stabil.

Sayangnya, banyak pembuat mobil saat ini berjuang dengan lebih dari sekedar kekurangan chip.

GM baru-baru ini menangguhkan pesanan untuk Chevrolet Corvette C8 2021 karena mengalami kekurangan suku cadang lainnya.

Detailnya apa saja belum terungkap tapi kami tahu bahwa Chevrolet tidak akan mencapai tujuan produksi aslinya untuk tahun 2021.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa model 2022 akan diluncurkan sesuai jadwal meski tak dijelaskan kapan persisnya.

Namun, pergerakan pasar diyakini akan berangsur normal pada akhir tahun ini. Itu saat konsumen AS mulai kembali memesan mobil baru.