BMW i3 bukanlah Bimmer (julukan BMW) paling sporty di luar sana. Mobil ini juga bukan kendaraan paling menarik yang bisa dibeli jika Anda memiliki uang segepok.

Sebagai catatan, bos desain Bentley mengatakan para pemilik BMW i3 sebenarnya mengetahui hal ini.

Tetapi mereka tentu saja membeli kendaraan bertenaga listrik tersebut bukan karena tampilannya.

Meskipun demikian, kami tidak dapat menyangkal bahwa BMW i3 adalah sebuah kesalahan besar yang terlambat disadari.

Diperkenalkan pada tahun 2013, BMW mengatakan tahun lalu bahwa produksi BMW i3 akan ditingkatkan untuk memenuhi permintaan.

Namun kini, kenyataannya, produksi di Amerika Serikat (AS) untuk mobil listrik seri produksi pertama dari pabrikan asal Jerman tersebut akan berakhir pada Juli mendatang.

Kabar mengenai hal ini diumumkan dalam buletin dealer BMW, dan digali kembali oleh BMWBlog.

Galeri: BMW i3 2018

Dengan begitu, sepertinya rencana sebelumnya untuk meningkatkan produksi di AS tidak pernah membuahkan hasil.

Menurut laporan tersebut, persediaan BMW i3 di AS berada pada titik terendah dalam 12 bulan terakhir.

Sampai-sampai pelanggan mereka menghadapi tantangan untuk mendapatkan slot produksi.

Buletin dealer terbaru bahkan mengisyaratkan, hanya terdapat sekitar 180 slot yang tersisa pada saat ini.

Dalam laporan yang sama, BMWBlog juga menyebutkan BMW i3 ini mungkin akan “berada di ujung jalan” untuk sisa pasar pada tahun 2022.

Ini entah bagaimana, bertentangan dengan laporan sebelumnya pada tahun 2019 bahwa BMW i3 akan bertahan hingga tahun 2024.

Tetapi kita semua tahu bahwa beberapa pengganggu pasar dapat menyesuaikan garis waktu seperti sekarang.

Kabar ini juga bukan berarti BMW mengendurkan produksi kendaraan listriknya di Negeri Paman Sam. Terbukti, BMW i4 dan BMW iX baru saja diumumkan untuk pasar AS bulan ini.

Terlihat sangat konvensional, baik sedan listrik maupun crossover tersebut akan dijual pada kuartal pertama tahun 2022.

Beberapa waktu lalu BMWBlog juga mengabarkan, BMW sudah menyiapkan model anyar sebagai alternatif BMW i3.

Itu adalah versi listrik dari X1, crossover terkecil dan termurah milik pabrikan raksasa tersebut. BMW iX1 kemungkinan debut pada 2022.

Menurut BMW Blog, model crossover listrik iX1 ini hanya akan menggunakan penggerak roda depan, didukung motor berkekuatan 180 daya kuda.

Ada kemungkinan itu adalah evolusi dari mesin yang kini menghidupi BMW i3 dan Mini Cooper SE terbaru. Selain itu, disiapkan juga varian lebih kuat dengan motor 250 daya kuda.

BMW iX1 takkan berbasis kepada generasi X1 saat ini (F48), tapi sepenuhnya model baru yang diyakini hadir pada penghujung 2021.

Apa pun itu, kita akan tahu lebih banyak tentang produksi BMW i3 dalam beberapa minggu mendatang ketika sebuah kata resmi dari BMW keluar. Jadi, tunggu kabar selanjutnya.