Akhirnya, Inggris dan Italia bertemu di laga pamungkas Euro 2020 yang bakal segera digelar di Stadion Wembley, Inggris.

Publik Inggris boleh saja bergembira karena bisa langsung mendukung kesebelasan kesayangannya.

Tapi fanatik Italia juga pastinya tidak akan kehabisan cara untuk mengawal kesebelasan kesayangannya.

Dalam perspektif otomotif, kedua negara Eropa ini memiliki rekam jejak yang luar biasa. Inggris dikenal sebagai pabrikan yang banyak menelurkan karya-karya brilian di dunia otomotif.

Sebut saja Bentley, Rolls-Royce, McLaren, Jaguar, Land Rover, Aston Martin, MG, Mini, Morgan, BAC Mono, Lotus, Caterham, Austin, dan Vauxhall.

Sedangkan untuk roda dua Inggris memiliki brand seperti Royal Enfield, Norton, Triumph, Ariel, Vincent Black Shadow, Birmingham Small Arms (BSA), dan masih banyak lagi merek-merek Inggris dalam kategori perusahaan lokal.

Uniknya, dari sekian banyak merek yang disebutkan di atas, beberapa di antaranya kini tidak murni dikuasai oleh Inggris.

Misalnya saja Bentley yang berada di bawah bendera Volkswagen Group Jerman. Mini juga termasuk produk Inggris yang diakuisisi oleh BMW Group Jerman.

Demikian juga Jaguar dan Land Rover yang kini sahamnya dikuasai oleh Tata Motors India. Sedangkan Lotus berada di bawah kendali Geely Group Cina.

Hal yang sama juga dialami pabrikan roda dua, dimana kebanyakan motor Inggris seperti Royal Enfield, Norton, dan BSA berada di bawah group otomotif besar di India.

Namun satu hal yang unik, rata-rata kepemilikan merek Inggris itu banyak dikuasai oleh India.

"Kami sedih mendengarnya, tetapi setidaknya mereka berada di tangan negara Commenwealth," begitu kata Jeremy Clarkson, mantan host TopGear TV ketika mendengar Jaguar Land Rover dikuasai Tata Motors.

Commenwealth merupakan perkumpulan negara-negara persemakmuran yang berada di bawah komando Inggris.

Kalau Inggris dikenal sebagai produsen otomotif yang sangat menghargai nilai-nilai arsitokrat dan kemewahan, maka Italia dikenal sebagai negara yang lekat dengan kecepatan dan desain yang dinamis.

Siapa yang tidak kenal dengan Ferrari? Atau Lamborghini, Maserati, Alfa Romeo, Pagani, Lancia, dan Fiat.

Bahkan Fiat termasuk perusahaan besar yang tergabung dalam Fiat Chrysler Automobiles (FCA), dimana FCA saat ini berkongsi dengan PSA Group membentuk Stellantis, yang kini membawahi merek di bawah kendali FCA dan PSA.

Belum lagi dengan merek-merek sepeda motor asal Italia, seperti Ducati, MV Agusta, Bimota, Moto Guzzi, Vespa, Aprilia, dan Benelli.

Menariknya, tidak banyak merek Italia yang kemudian dengan mudah diakuisisi oleh negara lain.

Kalaupun ada, tidak banyak, seperti Lamborghini yang bernaung di Volkswagen Group, dan Benelli yang kini diakuisisi produsen Cina, Qianjiang China Group.

Melakukan akuisisi perusahaan besar dengan nilai histori yang kuat bukan perkara mudah di Negara Spaghetti itu. Italia sangat konvensional dalam urusan ini.

Anda tentu masih ingat, betapa susahnya dulu Erick Thohir untuk bisa membeli Inter Milan? Bukan soal harga, tapi pada berdebatan panjang di internal mereka di mana nilai-nilai tradisional Italia sangat dipegang teguh.

Tapi, apapun yang terjadi pada laga Euro 2020 antara Inggris melawan Italia, kita akan disuguhkan gaya permainan sepak bola tingkat tinggi.

Di bawah komando pelatih Roberto Mancini, Italia bakal menjadi tim pantang menyerah menghadapi Inggris di negaranya sendiri. Spirit banteng Lamborghini bakal menjadi energi luar biasa bagi Italia.

Gaya catenaccio yang menjadi ciri Italia sepertinya akan ditinggalkan jauh-jauh. Italia bisa jadi akan tampil lebih menekan di menit-menit awal, seperti gaya akselerasi Ferrari yang menghujam cepat dalam hitungan detik.

Sepertinya, Italia akan berinisiatif untuk tampil cepat di awal pertandingan, dengan kombinasi umpan-umpan panjang dan pendek serta alur bola yang dibangun dari bagian tengah.

Sedangkan Inggris sepertinya akan sedikit lambat panas di awal pertandingan. Meski tidak menutup kemungkinan Inggris akan dengan cepat mengejutkan barisan pertahanan Italia.

Gaya kick n rush Inggris memang masih menjadi ciri, meski kini mereka akan tampil dengan lebih terstruktur dan tetap menjaga soliditas pertahanannya.

Ini laga final yang sukar ditebak. Apalagi keduanya mencapai final dengan menumbangkan tim-tim tangguh. Pastinya kita akan disuguhkan permainan berkelas, seperti yang diwakili oleh mobil-mobil produksi kedua negara.