Program elektrifikasi di Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden No. 55 tahun 2019 mengenai Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan, memang bukan pekerjaan mudah.

Banyak hal yang harus diperhatikan dan diselesaikan agar tujuan mulia dari Perpres tersebut bisa terwujud dengan baik.

Hal itu menjadi isu dalam Investor Daily Summit 2021 dengan topik Strategi Penguatan Iklim Investasi dan Mendorong Industri Otomotif Ramah Lingkungan.

Salah satu kendalanya yaitu belum siapnya infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang belum tersebar merata.

Kalaupun ada, jumlahnya saat ini masih sangat sedikit, meski PLN berupaya untuk memperbanyak SPKLU.

Hal itu yang disinggung oleh Lee Kang Hyun, Chief Operation Officer (COO) Hyundai Motor Asia Pacific.

Lee Kang Hyun melihat bahwa perkembangan pembangunan infrastruktur pengisian daya listrik di Indonesia belum banyak.

Karena itu percepatan pembangunan insfrastruktur sangat diperlukan untuk menstimulus perkembangan EV.

Mengenai harga jual EV yang cukup mahal saat ini memang sangat tergantung dari harga baterai. "Harga baterai itu sekitar 40% dari biaya produksi EV," ujar Lee Kang Hyun.

Lee berharap, Indonesia yang memiliki cadangan bahan baku baterai terbesar di dunia bisa menghasilkan produk baterai yang terjangkau, sehingga nantinya harga jual EV juga akan terjangkau.

Lee juga menyampaikan bahwa Indonesia akan memainkan peranan penting dalam penyediaan baterai untuk EV. Saat ini produksi baterai masih dikuasai oleh Cina, Amerika, dan Eropa.

Indonesia dan India diperkirakan akan memimpin dalam produksi baterai EV setelah tahun 2030 untuk segmen small, medium, dan large EV.

Sementara Moeldoko, Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) menyampaikan Indonesia harus bisa menjadi pemain dalam industri kendaraan listrik.

"Kita harus menjadi pemain utama, jangan hanya jadi market saja. Apalagi kita memiliki bahan baku yang besar untuk produksi baterai," kata Moeldoko.

 

Galeri: FIN Komodo Bledhex, Mobil Off-Road Listrik Indonesia