Kucurkan investasi Rp20 triliun untuk membangun ekosistem EV.

Nissan mengumumkan kehadiran Nissan EV36Zero yang merupakan sebuah ekosistem yang dibangun Nissan untuk mengembangkan teknologi electric vehicle (EV) masa depannya.

Nissan menjadikan pabriknya di Sunderland, Inggris sebagai basis dari pengembangan EV36Zero.

Pabrik ini akan menjadi hub dari ekosistem pengembangan dan pembangunan kendaraan listrik Nissan.

Pengembangan pabrik ini menelan investasi sebesar 1 miliar paun (sekitar Rp20 triliun). Dalam proyek EV36Zero ini Nissan bermitra dengan Envision AESC, pemimpin teknologi baterai global asal Cina, dan pemerintah kota Sunderland.

Nissan EV36Zero akan menjadi basis pengembangan mobil listrik Nissan, pengembangan energi terbarukan , serta produksi baterai yang akan menjadi masa depan bagi industri otomotif.

Nissan EV36Zero

Presiden dan CEO Nissan, Makoto Uchida mengatakan, “Proyek ini hadir sebagai bagian dari upaya perintis Nissan untuk mencapai netralitas karbon di seluruh siklus produk kami."

"Pendekatan komprehensif kami tidak hanya mencakup pengembangan dan produksi EV, tetapi juga penggunaan baterai on-board sebagai penyimpanan energi dan penggunaannya kembali untuk tujuan sekunder."

“Pengumuman ini akan sangat mempercepat upaya kami di Eropa untuk mencapai netralitas karbon."

"Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh melalui proyek yang diumumkan hari ini akan dibagikan secara global, meningkatkan daya saing global Nissan."

"Nissan akan terus memanfaatkan kekuatannya di bidang elektrifikasi untuk menjadi perusahaan yang terus memberikan nilai bagi pelanggan dan masyarakatnya," katanya.

Pabrik Nissan Sunderland sudah beroperasi sejak tahun 1986. Dengan rencana pengembangan proyek Nissan EV36Zero diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 6.200 pekerja.

Envision AESC sebagai pemain global teknologi hijau merupakan bagian dari Envision Group. Selain di Cina, Envision telah mengembangkan berbagai proyek di berbagai negara.

Envision juga memiliki pusat inovasi teknologi di negara Denmark, Amerika Serikat, Jerman, dan Singapura.

Sebagai bagian dari investasi 1 miliar paun, Nissan akan menginvestasikan 423 juta paun (Rp8,5 triliun) untuk mengembangkan mobil listrik terbarunya.

Dengan pengalaman memproduksi Nissan Leaf yang sukses di Eropa, Nissan menjanjikan EV berikutnya dari Nissan akan hadir sebagai kendaraan listrik yang stylish, efisiensi yang tinggi, serta teknologi baterai yang lebih maju.

Crossover listrik tersebut akan ditujukan untuk global market dengan pasar Eropa sebagai pasar pertama yang akan dimasukinya.

Nissan EV36Zero
Nissan akan produksi crossover EV masa depannya

Crossover EV tersebut akan menggunakan CMF-EV platform yang digunakan aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi. Sebagai langkah awal akan diproduksi sebanyak 100.000 unit untuk pasar Eropa.

Chief Operating Officer (COO) Nissan, Ashwani Gupta, mengatakan, "Ini adalah hari bersejarah bagi Nissan, mitra kami, Inggris, dan industri otomotif secara keseluruhan."

"Nissan EV36Zero akan mengubah gagasan tentang apa yang mungkin bagi industri kami dan menetapkan peta jalan untuk masa depan untuk semua."

“Kami mencapai batas baru dengan Nissan Leaf, kendaraan listrik massal pertama di dunia."

"Sekarang, dengan mitra kami, Nissan akan merintis fase berikutnya dari industri otomotif saat kami mempercepat menuju elektrifikasi penuh dan netralitas karbon,” katanya.