Mesin yang siap menerima 20 persen campuran etanol dalam bahan bakarnya.

Siapa sangka ternyata India termasuk negara yang sangat ketat perihal standarisasi bahan bakar.

India memberlakukan standar yang disebut Bharat Stage Emission Standard (BSES) atau lazim disebut BS.

Saat ini India menerapkan standar BS VI untuk semua kendaraan yang ada di India dan mulai berlaku 1 April 2020.

Standar BS VI menghasilkan emisi yang rendah karena penggunaan bahan bakar beroktan tinggi.

Selain itu, India juga mencari sumber energi alternatif. Berkat subsidi pemerintah dalam urusan kendaraan listrik, pasar sepeda motor listrik di India bakal segera booming.

Bersiaplah menyambut sepeda motor dan skuter listrik di pasar India dalam waktu dekat.

Mahindra Is Updating The Mojo 300
Mahindra Mojo 300

Tetapi, selain mesin bertenaga listrik, bahan bakar nabati dalam bentuk bensin yang mengandung etanol juga merupakan langkah maju yang layak menuju mobilitas yang lebih hijau.

Saat ini, sebagian besar bensin India dicampur dengan etanol 8,6 persen.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, khususnya pada tahun 2025, India berusaha untuk mencampur setidaknya 20 persen etanol dalam bahan bakarnya.

Sejalan dengan itu, beberapa pabrikan sudah mulai mengembangkan teknologi bahan bakar fleksibel khususnya untuk kendaraan roda dua. Roda dua memang pasar yang sangat besar di India.

Sebagai permulaan, TVS Motor Company dan Mahindra & Mahindra (M&M) telah mulai mempelajari kelayakan mesin yang dilengkapi bahan bakar fleksibel untuk sepeda motor.

Meski target implementasi bahan bakar campuran etanol 20 persen di India masih pada tahun 2025, pemerintah sudah merekomendasikan produsen otomotif dan sepeda motor untuk mempelajari kelayakan E100, atau kendaraan bertenaga etanol murni.

Kementerian Perminyakan dan Gas Bumi, badan industri otomotif, dan sejumlah produsen gula baru-baru ini mengadakan pertemuan pemangku kepentingan untuk membahas kelayakan adopsi kendaraan bertenaga E100 yang diusulkan pemerintah.

Tentu saja, kelayakan proposal semacam itu akan bergantung pada banyak sekali variabel, pertama dan terutama adalah pasokan etanol.

Mayoritas pasokan etanol India dulunya berasal dari tetes tebu. Namun, mengingat pasokannya yang terbatas, pemerintah mulai memfasilitasi produksi etanol dari produk limbah berbagai biji-bijian termasuk sekam padi, dedak, dan stok gandum.

Agar rencana ini berhasil, pasokan etanol yang konsisten dan stabil harus tersedia.