Bersama investor dari Amerika, dana segarnya mencapai Rp7,9 triliun.

Seperti banyak pabrikan, McLaren harus melewati krisis. Pendapatan mereka berkurang karena pembatalan beberapa Grand Prix Formula 1 tahun lalu.

Ditambah, penurunan penjualan pada 2020 untuk suku cadang Otomotif. Tapi kini, pabrikan asal Woking, Inggris ini akan segera memasuki momen bahagia.

Momen suka cita itu terjadi berkat penggalangan dana yang baru-baru ini tercapai dan McLaren akan melewati krisis ini dengan situasi yang sedikit lebih pasti.

Dengan suntikan dana segar yang akan mereka terima, McLaren akan bisa meneruskan berbagai rencana komersial mereka.

Adalah Dana Investasi Publik (PIF) dari Arab Saudi dan reksa dana asal Amerika Serikat, Ares Management, dua investor baru McLaren tersebut.

Kedua entitas sumber uang itu akan bersama-sama menginvestasikan 400 juta paun (sekitar Rp7,9 triliun).

Belum cukup sampai di situ. Pemegang saham lainnya, yaitu pengelola dana kekayaan negara Bahrain dan beberapa investor swasta baru akan juga mengucurkan dana segar.

Nilai kontribusinya 150 juta (sekitar Rp2,9 triliun). Sehingga, total ada sekitar Rp10,9 triliun dana yang akan masuk ke manajemen McLaren.

"Ada beberapa langkah jangka pendek diberlakukan musim panas lalu,” kata Paul Walsh, Pimpinan Eksekutif McLaren.

“Kini, McLaren mengambil langkah-langkah penting untuk memastikan stabilitas perusahaan dalam jangka panjang."

Pabrikan McLaren yang berkantor pusat di daerah Surrey di London selatan, memiliki sekitar 3 ribu karyawan di seluruh dunia.

Setelah memotong sekitar 1.200 karyawan tahun lalu karena krisis pandemi Covid 19 yang melanda dunia.

McLaren menjelaskan bahwa mereka telah menderita akibat pembatalan berbagai event motorpsort atau penghentian produksi karena turunnya penjualan individu.

Investasi baru ini membawa jumlah yang diterima sejak awal krisis kesehatan menjadi lebih dari 1 miliar paun.

McLaren harus mengumpulkan dana pada beberapa kesempatan termasuk 300 juta paun dari pemegang sahamnya.

Lalu, 170 juta paun melalui penjualan dan penyewaan kantor pusatnya dan 185 juta paun dari penjualan saham minoritas di divisi motorsport.

Penjualan McLaren saat ini jelas meningkat dengan 520 model terjual pada kuartal pertama. Lebih tinggi dibandingkan 307 unit selama 2020.

Dengan demikian, omset McLaren pun naik 68,5 persen menjadi 184,3 juta pound selama periode tersebut dan sangat bermanfaat membantu memangkas kerugian.

McLaren juga telah mengumumkan bahwa mereka ingin berhenti memproduksi model bensin dan pada 2030 akan beralih sepenuhnya ke mobil listrik.

Galeri: McLaren 720 S Spider

Foto oleh: Marius Hanin