Namun, kami sangat meragukan prospek itu.

Baru-baru ini Motor1 Indonesia membahas mengenai Tecnomar for Lamborghini 63. Sebuah kapal pesiar mewah yang sangat cepat dan disebut sebagai “Supercar Laut”.

Kapal itu lahir dari kolaborasi antara Lamborghini dan The Italian Sea Group. Artinya, Lamborghini kini mulai merambah ke transportasi air.

Dan rupanya, Jeep juga memiliki proyeksi masa depan yang mirip dengan Lamborghini. Bedanya, meski sama-sama terkait dengan air, Jeep tidak akan membuat kapal atau yacht.

Melainkan, sebuah mobil masa depan yang bisa berfungsi sebagai kapal selam. Mungkin konsepnya lebih mirip mobil Lotus Esprit James Bond dalam sekuel The Spy Who Loved Me.

Ya, lupakan kekhawatiran tentang kedalaman saat mengarungi lautan. Jeep kini memiliki visi bahwa pada masa depan Jeep Wrangler EV akan mampu mengemudi sepenuhnya di dalam air.

SUV amfibi ini muncul dalam potongan iklan video promosi Stellantis EV Day yang dirilis baru-baru ini.

Pada akhir video, terlihat Jeep Wrangler EV berjalan di dasar air, sementara ikan berenang di sekitar kendaraan itu. Teks bagian bawah bertuliskan "Fiksional. Jangan coba-coba."

Galeri: Jeep Stellantis EV Day Video

Video tersebut memvisualisasikan momen itu sebagai sesuatu yang akan terjadi pada tahun 2030. Namun, kami sangat meragukan prospek itu.

Membuat kendaraan jadi kedap air saat beroperasi di lautan dan terendam sepenuhnya, apalagi untuk sebuah EV, akan jadi pekerjaan rekayasa besar-besaran.

Itu juga akan menambah biaya kendaraan untuk fitur yang kebanyakan orang tidak akan pernah butuhkan.

Idenya tampaknya merupakan perpanjangan dari sistem off-road otonom yang muncul sebelumnya dalam video iklan tersebut.

Secara teori, pemilik Jeep pada masa depan akan dapat melacak dan memberi tahu mobilnya di mana harus menemui mereka.

Jeep dengan sistem otonomusnya akan mencari cara untuk sampai ke pemiliknya, yang tampaknya termasuk pergi ke bawah air.

Lepas dari itu, video iklan yang sudah diperpanjang ini memiliki beberapa teknologi tambahan lainnya untuk ditampilkan pada Jeep.

Tekanan Ban Dinamis mungkin akan menyesuaikan berbagai hal berdasarkan kondisi, seperti mengeluarkan udara secara otomatis untuk off-road dan memompanya kembali saat di jalan.

Ada juga Jeep Multi-Power Port. Video di atas hanya menunjukkannya sebentar.

Tetapi teknologi itu tampaknya membiarkan pengemudi menggunakan baterai kendaraan untuk menyalakan tempat perkemahan.

Idenya mirip dengan rencana Ford yang akan diterapkan pada truk pikap elektrik F-150 Lightning.

Jeep berniat memiliki varian 4xe dalam setiap segmen yang diproduksinya pada 2025, termasuk Grand Wagoneer.

Merek tersebut memprediksi 70 persen penjualan akan bertenaga listrik pada tahun itu juga.