Salah satu pilihan kredit yang pas pada masa pandemi yang sulit saat ini.

Membeli kendaraan dengan cara kredit merupakan salah satu solusi yang banyak dipakai masyarakat Indonesia saat ini. Maklum, banyak di antara mereka yang ingin mendapatkan kendaraan secepatnya.

Umumnya pembeli menggunakan kredit konvensional yang menggunakan sistem bunga.

Namun, sebenarnya ada salah satu metode pembiayaan kepemilikan mobil saat ini selain metode konvensional, yaitu dengan metode syariah.

Cicilannya tanpa bunga dan tanpa denda, salah satu pilihan kredit yang pas pada masa pandemi yang sulit seperti sekarang ini.

Lalu, bagaimana cara membeli mobil dengan metode pembiayaan syariah ini? Mari kita simak penjelasannya dari laman resmi Daihatsu Indonesia ini.

Metode pembiayaan mobil secara syariah tidak menggunakan sistem bunga. Model pembiayaan ini tidak mengikuti suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Hal ini berbeda dengan pembiayaan mobil konvensional yang menggunakan patokan suku bunga Bank Indonesia.

Model kredit mobil syariah sejak awal sudah ditetapkan harga mobil yang berbeda dengan harga mobil jika dibayar cash atau tunai.

Perbedaan harga mobil tunai dan kredit ini sudah diperhitungkan sejak awal oleh lembaga pembiayaan berdasarkan kemungkinan inflasi yang terjadi.

Sehingga, sejak awal Anda yang ingin mengambil kredit mobil secara syariah akan mengetahui total harga mobil yang harus dibayar berdasarkan tenor dan DP yang diambil.

Daihatsu Sigra varian 1.0 M MT
Daihatsu Sigra varian 1.0 M MT

Sebagai contoh simulasi kredit mobil syariah Daihatsu Sigra varian 1.0 M MT sebesar Rp 129 juta tunai.

Maka harga kredit syariah dengan tenor 2 tahun serta DP Rp 40 juta bisa menjadi Rp 160 juta, bergantung dari lembaga keuangan.

Jumlah cicilan kredit mobil ini dibayar Rp 5 juta per bulan secara tetap dan tidak berubah.

Apabila Anda tidak mampu membayar, maka tidak ada penerapan denda keterlambatan atas pembayaran yang ditunda.

Penyelesaian keterlambatan pembayaran akan dilakukan dengan cara musyawarah antara pihak pemberi kredit dan penerima kredit.

Apabila penerima kredit memang tidak mampu membayar, maka masalah bisa diselesaikan dengan cara menjual mobil tersebut.

Dari hasil penjualan mobil, maka kemudian akan dibagi ke pemberi kredit sebesar kekurangan kredit.

Sisa hasil penjualan yang sudah dikurangi dengan kekurangan kredit akan diserahkan kepada pemilik mobil atau penerima kredit.

Itulah penjelasan dari Daihatsu Indonesia mengenai kredit mobil syariah ini. Lakukanlah simulasi kredit mobil sebelum Anda mengambil mobil, baik baru ataupun bekas.

Simulasi memiliki keuntungan berupa memberikan gambaran kepada Anda mengenai jumlah uang yang harus disisihkan setiap bulan untuk mencicil mobil Anda.