Kemungkinan akan hadir dengan powertrain yang berbeda.

Sebuah kenyataan yang pahit datang dari markas besar Audi. Audi dengan sangat jelas mengkonfirmasikan kalau model entry levelnya akan segera dihentikan produksinya. 

Kita tidak bisa menutup mata bahwa serbuan crossover dan SUV ternyata sangat masif daripada sedan dan hatchback, membuat segmen itu tergerus dan perlahan menghilang dalam pentas otomotif dunia.

Segmen mobil kecil seperti yang kita kenal - dengan mesin pembakaran tiga dan empat silinder kecil - terpaksa harus menutup buku penjualannya. Dan, Audi A1 adalah salah satu contohnya.

Dalam wawancara panjang dan sangat menarik dengan Automotive News, CEO Audi Markus Duesmann telah mengkonfirmasi Audi A1 akan pensiun setelah generasinya saat ini.

Sejauh yang kami pahami, ini tidak berarti tidak akan ada lagi model kecil berlencana Audi tetapi yang pasti tidak akan lagi menggunakan tenaga pembakaran.

Galeri: Audi A1 Tes (Hamburg 2019)

Ketika ditanya tentang apakah standar emisi Euro 7 Eropa yang akan datang akan mengakhiri A1 dan A3, Duesmann mengatakan, “Banyak yang akan tergantung pada target final Euro 7."

"Kita tahu bahwa menawarkan mesin pembakaran di segmen yang lebih kecil di masa depan akan cukup sulit karena biayanya akan naik."

"Oleh karena itu, kami tidak akan memiliki penerus A1. Jika aturan Euro 7 yang baru tidak terlalu keras, itu akan memungkinkan kami untuk berinvestasi lebih banyak dalam e-mobilitas,” katanya.

Penjelasan ini mengisyaratkan tentang kemungkinan penghentian A1 pada Februari tahun ini ketika dia menjelaskan betapa mahal dan tidak menguntungkan secara ekonomi untuk mempopulerkan mobil kecil.

Setelah A1 keluar dari produksi, Q2 kemungkinan akan menjadi penawaran entry-level Audi karena pembuat mobil mungkin tidak akan melakukan sesuatu yang lebih kecil.

Meski begitu, pada tahun 2030 Duesmann mengharapkan akan hadir merek yang terdiri dari powertrain yang berbeda, tergantung pada wilayah yang akan disasar.

Audi masih percaya mesin pembakaran memang menyumbang kurang dari 20 persen di Eropa, tetapi untuk pasar Cina dan Amerika hal itu akan berbeda. Jadi, kita lihat saja apa langkah Audi selanjutnya.