Buat para penggemar oldschool.

Jeep Grand Wagoneer akan kembali untuk model tahun 2022 dengan generasi baru, diisyaratkan via konsep hampir produksi yang ditunjukkan tahun lalu.

Papan nama yang dihidupkan kembali itu menggunakan sasis body-on-frame dan menawarkan ruang hingga tujuh penumpang.

Itu dikombinasikan dengan tampilan eksterior modern dan kabin berteknologi tinggi.

Namun, jika Anda lebih menyukai estetika GW lama, tetapi tetap ingin menikmati powertrain dan sistem modern, kami mungkin memiliki jawabannya.

Vigilante, sebuah perusahaan restorasi Jeep yang berbasis di Amerika Serikat (AS), baru saja menghadirkan versi Grand Wagoneer berdasarkan generasi SUV yang lebih tua.

Ini adalah proyek restomod yang mencakup peningkatan kinerja dan visual, dirancang untuk "membuat perjalanan terasa lebih nyaman dan bertenaga daripada sebelumnya."

Galeri: Jeep Grand Wagoneer dari Vigilante

Untuk bagian bawah kap mesin yang tampak retro, pelanggan dapat memilih salah satu dari tiga mesin HEMI yang tersedia, dengan tenaga mulai dari 485 daya kuda (362 kilowatt) hingga 1.000 dk (746 kW).

Kemudian, ada juga sentuhan lain termasuk suspensi yang direvisi sepenuhnya, dengan pegas koil Eibach dan peredam Fox, menggantikan pengaturan leaf spring asli.

Sasis juga tidak dalam bentuk standar. Bagian itu benar-benar telah diperkuat untuk menangani peningkatan daya.

Performa pengereman juga ditingkatkan dengan penambahan kaliper Baer enam piston.

Sementara ban segala medan BF Goodrich mengirimkan tenaga dari mesin HEMI ke tanah untuk traksi yang lebih baik.

"Pembuatan platform ini merupakan tantangan nyata," kata Daniel van Doveren, CEO Vigilante, menjelaskan.

"Prosesnya rumit dan panjang, tetapi ketekunan kami terbayar. Ribuan jam kerja dilalui namun dibalas dengan hasil luar biasa, yang dengan bangga kami tawarkan melalui Vigilante."

Suka dengan apa yang Anda lihat dan baca? Bersiaplah untuk menghabiskan setidaknya 265.000 dolar AS (Rp3,8 miliar) untuk versi mesin dasar.

Jika menginginkan varian 707 dk (527 kW), Anda harus membayar 15.000 dolar (Rp217 juta) lebih banyak, sedangkan trim tertinggi dikenakan biaya ekstra 25.000 dolar (Rp362 juta).