Mercedes sedang sibuk mempersiapkan berbagai platform khusus EV.

Mercedes-Benz sedang mempercepat rencana elektrifikasi mereka, dan kini menginginkan 50 persen produk menjadi hybrid atau full listrik pada 2025, alih-alih target sebelumnya sebesar 25 persen.

Dalam sebuah siaran livestream, beberapa eksekutif perusahaan menguraikan rencana tersebut - termasuk mengonfirmasi model yang sebelumnya tidak diumumkan.

Britta Seeger, misalnya, bertanggung jawab atas pemasaran dan penjualan di Mercedes-Benz. Dan dia mengkonfirmasi - saat siaran langsung - bahwa SUV EQE dan EQS bakal debut tahun depan.

Selain itu, versi Mercedes-Maybach dari SUV EQS juga sedang dalam persiapan.

Galeri: Eksterior-Interior SUV Mercedes EQS

Seeger juga memastikan bahwa model G-Class yang sepenuhnya elektrik akan diluncurkan pada 2024.

Ada rumor belakangan ini yang mengindikasikan bahwa sebuah konsep untuk model tersebut bisa debut pada awal September di IAA Munchen.

Namun, belum banyak detail tentang kendaraan itu. Kami tidak tahu apakah ini hanya versi elektrifikasi dari SUV yang ada, atau produk dengan styling dan proporsi yang unik.

Strategi EV Mercedes adalah memiliki kendaraan listrik sepenuhnya di setiap segmen yang mereka pegang pada 2022.

Mulai 2025, setiap produk baru yang diluncurkan hanya akan menggunakan tenaga listrik. Kebijakan ini juga akan mencakup divisi AMG.

"Model AMG yang akan datang bakal mengubah batasan dalam hal efisiensi dan aerodinamika. Dan, akan ada lebih banyak terobosan dilakukan untuk membuat mobil-mobil ini menjadi AMG sesungguhnya di dunia listrik," kata Seeger.

Demi mendukung semua kendaraan tadi, Mercedes sedang mengembangkan beberapa platform khusus listrik.

MMA untuk produk kompak hadir pada 2024. Kemudian, MB.EA akan digunakan untuk mobil penumpang menengah dan besar.

AMG.EA akan khusus untuk kendaraan performa. Sedangkan, VAN.EA akan menopang model komersial.

Agar semua model ini bisa terwujud, Mercedes membutuhkan banyak paket baterai.

Mereka bermaksud mendirikan delapan pabrik untuk sel, dengan menjalin kemitraan bersama  perusahaan lain di seluruh dunia.

Sang automaker juga sedang mengerjakan baterai komposit silikon-karbon generasi berikutnya dengan perusahaan asal Amerika Serikat (AS), SilaNano.