Dengan Ultimae hadir sebagai mobil V12 bensin murni terakhir dari Sant'Agata Bolognese, Lamborghini sekarang melaju kencang untuk mengelektrifikasi jajaran tiga model mereka

Dalam wawancara dengan Autocar, CEO Stephan Winkelmann membeberkan apa yang bakal hadir di masa depan untuk Lambo, dimulai akhir tahun ini ketika perusahaan mengungkap model baru.

Diumumkan bakal debut musim panas nanti - via siaran pers yang terutama berbicara tentang "enam bulan terbaik" Lamborghini di sektor penjualan - mobil berikutnya ini akan menampilkan mesin V12 yang disedot secara alami, plus bantuan hybrid.

Tanpa merinci terlalu banyak, Winkelmann mengatakan bahwa model tersebut akan menggunakan teknologi superkapasitor yang sama dengan Sian FKP 37 bertenaga 819 daya kuda – mobil produksi elektrifikasi pertama milik perusahaan.

Galeri: Lamborghini Sian

Saat wawancara, Winkelmann mengatakan 2022 akan menjadi tahun di mana Lamborghini akan memperkenalkan dua model berdasarkan Huracan dan Urus.

Supercar V10 bermesin tengah tidak akan beralih ke generasi berikutnya pada tahun depan. Sang CEO mengatakan hal itu baru akan terjadi pada 2024.

Ini berarti model yang ada sekarang akan mendapatkan turunan lain untuk melanjutkan Super Trofeo Omologata.

Waktu yang akan memberi tahu, apakah itu akan menjadi Spyder STO atau varian Huracan yang berbeda.

Sementara buat Urus, Super SUV itu akan mengalami penyegaran mid-cycle yang kemungkinan menghadirkan lebih banyak tenaga dan pengaturan plug-in hybrid.

Prototipe anyar yang disamarkan telah terlihat berulang kali dalam beberapa bulan terakhir, dan Lamborghini baru-baru ini merayakan 15.000 unit penerus LM002 tersebut.

Lebih lanjut, Winkelmann mengatakan kepada Autocar bahwa penerus Aventador akan diluncurkan pada 2023 dengan pengaturan PHEV.

Model itu tidak akan menggunakan superkapasitor karena dia mewakili apa yang disebut "teknologi jembatan", dan tidak cukup hijau untuk memenuhi peraturan emisi yang kian ketat.

Itulah mengapa Lamborghini akan mengadopsi powertrain plug-in hybrid yang didasarkan kepada mesin V12 baru.

Ketika ditanya bobot ekstra yang dihasilkan perangkat keras tambahan terkait elektrifikasi, Winkelmann menghindari jawaban langsung dengan mengacu kepada rasio daya-terhadap-berat.

Hal itu menyiratkan pengganti Aventador akan lebih bertenaga, berkat dorongan listrik yang ditambahkan untuk mengimbangi bobot ekstra.

Konon, akan ada lebih banyak serat karbon dan bahan ultra-ringan lainnya buat meminimalisir penambahan berat bodi.

Kembali ke Huracan generasi berikutnya, Winkelmann mengatakan terlalu dini untuk memastikan apakah mobil itu akan mempertahankan mesin V10 5,2 liter naturally aspirated-nya yang sama dengan Audi R8.

Sang bos tidak mengesampingkan kemungkinan adanya unit V6 hybrid. Lamborghini akan mempertimbangkan jenis mesin lain sebelum mengambil "keputusan yang seimbang."

Adapun lini model keempat yang sudah dikonfirmasi hadir setelah 2025 dengan pengaturan serba listrik, Winkelmann mengatakan itu bukanlah SUV.

Sebaliknya, dia akan mengambil bentuk "layout 2+2, jadi sebuah mobil yang dikendarai setiap hari." Kedengarannya bagi kami seperti grand tourer swoopy.

Meskipun itu bukan sedan Estoque yang kita tunggu dengan sabar, kemungkinan lain bisa jadi Espada modern.