Lamborghini Aventador Ultimae yang baru-baru ini diluncurkan, menandai akhir dari sebuah era dengan meninggalkan banyak kenangan.

Tidak hanya itu, Lamborghini Aventador terakhir dalam model 10 tahun berjalan itu juga merupakan akhir dari powertrain Lamborghini bermesin V12 tradisional.

Memberi penghormatan kepada warisan itu adalah mobil yang Anda lihat di sini, yang anehnya (dan membingungkan) bernama Era.

Ini bukanlah karya Lamborghini, melainkan sebuah Lamborghini Aventador facelift dari perusahaan aftermarket, Huber. Oleh karena itu, nama lengkap mobil ini adalah Huber Era.

Terlepas dari namanya, jika kita melihat hasil facelift dari perusahan aftermarket tersebut, sebenarnya tidaklah buruk.

Huber Era menghilangkan fasia depan dan belakang dari Lamborghini Aventador dan mengganti komponen serat karbon baru yang jelas lebih agresif.

Fasia depannya memiliki corner intake yang menganga dengan winglet di samping dan splitter raksasa yang dapat membajak salju jika Anda ingin.

Fasia belakang juga mendapatkan corner intake seukuran pesawat dengan outlet knalpot yang dikerjakan ulang di tengah dan diffuser sederhana di bawahnya.

Bagasi depan dengan serat karbon opsional tersedia, dan pembaruan ini juga menghapus brand Lamborghini demi lencana Huber Era.

Galeri: Huber Era Lamborghini Aventador

Bagian terakhir itu (pergantian logo) mungkin tampak agak ekstrem, demikian pula dengan penggantian bumper. Tetapi tampaknya Lamborghini menyetujui upaya Huber Era ini.

Dalam hal persetujuan ini, yang kami maksud adalah Fabio Lamborghini, keponakan Ferruccio Lamborghini dan penjaga Museum Ferruccio Lamborghini.

Ia siap mengungkap Huber Era pertama tersebut dalam sebuah acara khusus di sebuah pedesaan Inggris, tepatnya di Rowneybury House, Hertfordshire.

Karya ini juga termasuk langka, karena hHanya 21 model seperti itu yang akan dibuat dengan biaya upgrade 30.000 euro (35.420 dolar AS atau Rp513 juta).

Dan ingat sekali lagi, itu baru harga upgrade-nya. Belum termasuk harga dari sebuah Lamborghini Aventador.

Sementara mesin V12 tradisional Aventador dan Lamborghini segera berakhir, Lamborghini bermesin V12 Italia klasik akan kembali.

Setidaknya untuk satu generasi lagi, yang dipadukan dengan teknologi hybrid.

CEO Lamborghini Stephan Winkelmann baru-baru ini mengonfirmasi bahwa pengganti Aventador akan memasangkan mesin V12 naturally aspirated dengan dua variasi elektrik.

Satu akan menjadi plug-in hybrid, sementara yang lain akan meminjam teknologi superkapasitor dari peralihan pertama Lambo ke dunia listrik, Lamborghini Sian.