Sejak 2017 Pertamina berhasil membangun 284 titik BBM Satu Harga di seluruh Indonesia. BBM Satu Harga merupakan Penugasan Pemerintah yang dimandatkan kepada Pertamina.

Hal itu untuk menjamin ketersediaan energi terutama BBM di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal (3T).

Sebelumnya, wilayah 3T tidak dapat menikmati akses energi seperti di wilayah lainnya karena lokasinya yang sulit dijangkau.

Untuk wilayah Sulawesi, sejak tahun 2017 Pertamina Regional Sulawesi telah merealisasikan 26 titik BBM satu harga dan akan terus bertambah.

Executive GM Pertamina Commercial & Trading Regional Sulawesi Rama Suhut Sinaga mengatakan Pertamina terus berkomitmen menghadirkan energi berkeadilan sesuai dengan amanat UU No. 30 tahun 2007 mengenai Energi.

Sesulit apapun medannya, Pertamina terus berkolaborasi dengan pemerintah setempat dan stakeholder terkait guna mewujudkan itu.

BBM Satu Harga, kata Rama, kini telah dinikmati masyarakat di Pulau Miangas, Sulawesi Utara. Pulau ini berbatasan laut dengan Filipina dengan jarak terdekat adalah Davao City sejauh 45 mil laut.

Pulau yang memiliki luas 3,15 km2 dengan jumlah populasi 678 jiwa (sensus 2020) kini sudah merasakan BBM Satu Harga.

Harga BBM di pulau ini sebelumnya mencapai Rp12.000 hingga Rp15.000/liter tergantung dengan kondisi cuaca.

Kini, rakyat di Miangas bisa mengakses BBM dengan harga yang sama dengan daerah lain di Indonesia.

Sejak Juli 2018 Pertamina BBM Satu Harga sudah beroperasi dengan konsumsi rata-rata per bulan mencapai 2 KL untuk Premium dan 4 KL untuk Biosolar.

BBM disuplai dari Terminal BBM Bitung yang berjarak 274 mil laut dari Miangas menggunakan Kapal Tanker Multi Produk kapasitas 2.000 KL.

Kapal tersebut menempuh durasi perjalanan 8 hari saat cuaca normal dan 13 hari saat cuaca buruk. Dengan konsumsi tersebut distribusi BBM dilakukan 2 bulan sekali.

Hal yang sama dirasakan masyarakat di di Desa Wakai, Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una, sebuah kabupaten kepulauan yang terletak di tengah-tengah Teluk Tomini.

Nelayan di wilayah ini, sekarang bebas melaut di Teluk Tomini dan tidak kesulitan lagi mendapatkan BBM. BBM Satu Harga juga telah mendukung sektor pariwisata yang menjadi unggulan wilayah ini.

Distribusi BBM ke Teluk Tomini dilakukan dengan kapal tanker SPOB (Self-Propelled Oil Barge) dari Terminal BBM Poso sejauh 108,7 mil laut dengan waktu tempuh normal 1 hari.

Konsumsi BBM di wilayah ini per bulan mencapai 75 kilo liter untuk Premium dan 15 kilo liter untuk Biosolar.

Bupati Tojo Una-Una, Muhammad Lahay mengatakan harga BBM di Kepulauan Wakai dan Togean sebelumnya dibeli masyarakat nelayan dengan harga bervariatif.

SPBU terdekat berada di daratan Kota Ampana yang berjarak 2-3 jam menggunakan speed boat atau kapal cepat. Hal ini mengakibatkan harga BBM di wilayah tersebut sebelumnya rata-rata Rp15.000/liter.

“Dengan hadirnya BBM Satu Harga di daerah kami, secara otomatis sangat membantu masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan," ujar Muhammad Lahay.

 

Galeri: 7 Mobil Listrik jika Didesain di Era 1960-an