Dalam beberapa dekade terakhir, harus diakui, selera konsumen muda sebagian besar agak sulit dipahami oleh produsen sepeda motor.

Kita sudah tidak bisa mengharapkan kembali mereka akan menikmati gaya berkendara ala Ducati atau Harley-Davidson.

Kalaupun masih ada, tentunya mereka tidak mau dipusingkan dengan perangkat atau fitur yang dianggap menghambat pergerakan mereka.

Termasuk juga di dalamnya adalah gaya atau desain sepeda motor, harus menggambarkan semangat muda yang energik, fleksibilitas dan kepraktisan tinggi.

Meski begitu konsep dari desainer muda memberi kita perspektif berbeda tentang merek warisan seperti Ducati dan Harley-Davidson.

Kini, seorang mahasiswa dari Institut Seni dan Desain Terapan Italia (IADD) membayangkan kembali sepeda motor Yamaha sebagai perpanjangan tangan pengendara.

Dalam kemitraan dengan bLU cRU, desainer sepeda motor muda Noemi Napolitano memimpikan konsep Double Y untuk bisa menarik perhatian rekan-rekan sebayanya.

Konsep ini menampilkan konstruksi yang ringan, sistem yang inovatif, desain futuristik, serta mengutamakan kepraktisan dan kemudahan penggunaan.

Galeri: Yamaha Double Y Concept

Terinspirasi oleh anatomi manusia, konsep Double Y menyerupai otot punggung manusia jika dilihat dari atas dan siluet perenang atletik dari profil.

Aparatus setang baru juga memberikan kohesi yang lebih kuat antara (wanita) dan mesin. Saat diaktifkan, kedua sandaran lengan bawah terbuka dari tangki bensin.

Dua tiang setang yang dipasang secara vertikal mungkin tampak berlawanan dengan countersteering, tetapi sistem setang baru lebih benar secara ergonomis dan mengurangi kelelahan pergelangan tangan pengendara.

Saat sepeda motor tidak digunakan, pemilik dapat melipat sandaran lengan bawah kembali ke bodywork, sekaligus melindungi sepeda motor sambil menambahkan tingkat keamanan dan pencegahan pencurian.

Tentu saja, konsep Double Y bersandar pada elektronik untuk menarik pengendara baru, tetapi sistemnya berfokus pada keterhubungan dan komunikasi antar-sepeda motor daripada performa.

Perancang muda ini juga menekankan bahwa elektronik harus mudah diakses dan tidak rumit bagi pengguna pemula.

Sebagai proyek tesis Napolitano, Double Y sudah membantu Yamaha mengakses kaum muda. Mudah-mudahan, Yamaha mempertimbangkan desain inovatif saat mengembangkan model masa depannya.

 

Galeri: Yamaha Morpho dan Morpho 2 Concept