Nissan Z 2023 melakoni debutnya pekan lalu, dan kita tidak menemukan banyak kejutan. Jika konsep Z Proto menetapkan ekspektasi, versi produksi tersebut mampu melebihinya.

Sports car ini memiliki gaya eksterior yang apik, powertrain baru, serta interior yang direvisi - walaupun fondasinya dibawa dari 370Z generasi saat ini (dengan modifikasi, tentu saja).

Dalam sebuah wawancara terkini dengan Road and Track, Chief Engineer Nissan Z, Hiroshi Tamura, menggambarkan mobil itu sebagai "mitra dansa".

Meski bukan monster yang sangar, sports car Z baru tetap memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dibanding model sebelumnya.

Melongok ke bawah kap, Anda akan menemukan mesin V6 3,0 liter twin-turbo yang memompa 400 daya kuda (298 kilowatt) dan torsi 350 pound-feet (475 Newton-meter).

Tamura menegaskan bahwa mobil ini memang tidak mengejar angka, juga tak terlalu peduli dengan capaian 0-60 mil/jam.

Hal terpenting tentang mengendarai Nissan Z baru bagi Tamura adalah menikmati "percakapan dengan mobil."

Anda harus mencari kendaraan lain jika menginginkan mesin performa murni.

Galeri: Nissan Z 2023

Nissan melakukan banyak hal untuk meningkatkan fondasi mobil sekaligus mempermulus handing-nya.

Sang produsen mobil juga mendongkrak kekakuan struktural mobil, mengubah suspensi, serta menambahkan power steering elektronik.

Transmisi manual enam kecepatan adalah standar, yang tentunya akan ikut memicu "percakapan" antara pengemudi dan mobil.

Sementara gearbox otomatis sembilan kecepatan adalah opsional, begitu juga diferensial selip terbatas.

Nissan mengatakan model Z baru 15 persen lebih cepat menuju 60 mil/jam, dengan peningkatan 13 persen saat menikung.

Meski Nissan Z baru ini terdengar sangat menarik, kita mesti bersabar menunggunya hadir di showroom.

Perusahaan belum mengatakan kapan sports car itu mulai dijual.

Namun, mengingat dia adalah kendaraan model tahun 2023, ada kemungkinan Z akan meluncur sekitar musim panas mendatang.

Itu merupakan perkiraan yang aman, jika mempertimbangkan pula masalah rantai pasokan yang memengaruhi sebagian besar industri otomotif saat ini.

Informasi harga pun masih belum jelas, meskipun eksekutif Nissan mengatakan kepada kami bahwa itu bisa dimulai dari sekitar 40.000 dolar AS (Rp578 jutaan).