Mercedes-AMG menyajikan dua peluncuran perdana paling menarik pada awal penyelenggaraan IAA 2021 di Munchen.

EQS AMG merupakan model listrik performa dari divisi tersebut, yang akan tiba di Amerika Serikat (AS) awal tahun depan.

Sementara itu, Mercedes-AMG GT 63 S E-Performance adalah kendaraan produksi paling bertenaga yang pernah dibuat oleh AMG dan Mercedes.

Hadirnya dua debutan ini mungkin membuat Mercedes-AMG seolah tidak memiliki batasan dalam mendiversifikasi portofolio mereka.

Tapi, bukan itu rencana sebenarnya.

Philipp Schiemer, bos baru AMG, berbicara kepada perwakilan media selama IAA 2021 di Munchen, dan mengungkapkan bahwa dia justru ingin perusahaan mengurangi jumlah model yang ditawarkan.

Jangan khawatir, model kelas atas berperforma tinggi tidak akan tersentuh. Namun, brand asal Jerman itu memang berencana mengurangi beberapa penawaran entry-level mereka.

Galeri: Mercedes-AMG GT 63 S E-Performance - IAA 2021

Schiemer mengakui, pendahulunya Tobias Moers - yang sekarang menjabat sebagai CEO baru Aston Martin - sukses mengubah AMG menjadi perusahaan dengan "posisi fenomenal di pasar performa."

Meski begitu, dia berhasrat untuk memangkas dan "mengurangi sedikit" jajaran model saat ini, dan Anda mungkin akan senang mengetahui alasannya.

Dari apa yang bisa kami pahami, AMG sedang mengerjakan platform khusus untuk kendaraan listrik.

Dan, proyek itu bakal membutuhkan lebih banyak uang untuk diinvestasikan ke dalam arsitekturnya.

Imbasnya, itu akan mengurangi pengeluaran divisi R&D untuk mobil yang lebih kecil.

Platform baru ini akan memungkinkan para insinyur untuk menerapkan teknologi dan aerodinamika yang lebih canggih ke dalam model anyar AMG.

Hal itu berarti produk performa masa depan dari divisi tersebut akan berbagi lebih sedikit komponen dengan model Mercedes-Benz yang setara.

Lebih penting lagi, Schiemer ingin perusahaannya bekerja sama lebih erat dengan divisi High Performance Powertrains (HPP) di Brixworth, Northamptonshire, tempat mesin Formula 1 Mercedes-AMG dibangun.

Sang pemimpin ingin "membawa logika dan filosofi" dari F1 ke dalam mobil performa legal jalan raya milik AMG.