Pabrik Perakitan Flat Rock Ford Motor Co., yang memproduksi Ford Mustang, terpaksa menghentikan produksi minggu ini.

Kali ini bukan disebabkan oleh krisis semikonduktor (chip) atau dampak Covid-19, melainkan karena kejadian force majeure yang tidak diduga, yaitu kebocoran gas.

Penyelidikan sudah dilakukan terkait kebocoran gas di perusahaan tersebut, serta dilakukan pula langkah-langkah pendampingan dari perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak.

Sebenarnya produksi di pabrik Flat Rock, Michigan, Amerika Serikat, ini sudah dihentikan oleh Ford sejak akhir pekan lalu karena Hari Buruh (di Amerika Serikat).

Tapi, akibat insiden ini, Ford memutuskan untuk memperpanjang libur karyawannya setidaknya hingga Jumat (9/9/2021) besok.

Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Ford, T. R. Reid, seperti dikutip dari kanal berita The Detroit News.

Waktu jeda produksi tersebut akan digunakan untuk menyelidiki kebocoran gas, serta membantu warga sekitar yang dievakuasi karena situasi yang membahayakan tersebut.

Galeri: Ford Mustang Ice White Edition 2022

Sebagai catatan, Eksekutif Wayne County, Warren Evans, dan Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer, sudah menyatakan keadaan darurat di wilayah Flat Rock pekan lalu.

Penyebabnya karena pihaknya mendeteksi adanya benzena (senyawa kimia organik yang berbentuk cairan tidak berwarna dan mudah terbakar) dalam sistem sanitasi kota.

Departemen Lingkungan, Great Lakes, dan Energi Michigan mengatakan level tinggi benzena, yang ditemukan dalam bensin yang dijual di AS, telah terdeteksi dalam batas 4 mil persegi.

Termasuk area selatan Vreeland Road, timur Cahill Road, utara Woodruff Road, dan barat Interstate 75.

Ford telah melacak kebocoran asap dari pipa yang mengisi bahan bakar kendaraan yang dibangun di pabrik tersebut. Tapi perusahaan mencatat bahwa pabrik tetap aman bagi karyawan yang tersisa.

“Namun, perusahaan memilih untuk memprioritaskan memperbaiki masalah mendasar dan membantu masyarakat yang terkena dampak,” kata Reid.

Beberapa pekerja di pabrik termasuk di antara warga yang membutuhkan evakuasi. Reid menambahkan bahwa Ford telah menyewakan kamar hotel untuk para pengungsi.

Juga, memberi mereka semacam kartu hadiah untuk membayar makanan dan biaya lain yang dikeluarkan sebagai bagian dari evakuasi.

Ford juga telah berkomitmen menggalang dana komunitas dengan pemerintah kota untuk membantu membayar kerugian finansial yang diakibatkan oleh situasi tersebut.

Sejauh ini sudah terkumpul dana sekitar 1 juta dolar AS (Rp 14,2 miliar).

Reid menyimpulkan bahwa produksi tidak akan dilanjutkan sampai akhir pekan, dan mereka akan memantau kondisi lebih intensif saat mendekati akhir pekan.