Biasanya, seorang pembalap sudah menunjukkan minatnya sejak masih di usia yang sangat belia.

Bakatnya pun mulai diasah begitu dia mendapat kesempatannya. Pada fase ini, peran orangtua sangat penting karena merekalah pelatih utama di tahapan paling awal ini.

Situasinya jadi terasa relatif mudah jika para peminat balap belia ini memiliki orangtua yang juga punya passion besar terhadap balap.

Seperti yang sedang dijalani oleh Mohamad Ridwan Thalib kepada putranya, Mohamad Altaf Ridwan yang saat ini sedang menekuni balap karting.

Altaf masih berusia 8 tahun dan bersekolah di SD Cikal. Menyukai karting lantaran diperkenalkan oleh Ridwan yang juga pernah balapan hingga Formula Asia.

Setelah mendapatkan prinsip dasar balap karting, Altaf pun memulai lomba pertamanya pada September 2020 tapi terhenti lantaran pertimbangan pandemi yang belum usai. Barulah mulai lagi balapan di 2021 dan hanya dua kali.

Altaf Ridwan 1

“Ada jeda balapan yang cukup panjang tapi tak membuat Altaf kehilangan motivasinya,” kata Ridwan. “Latihan ke Sirkuit Karting Sentul dan latihan fisik tetap dijalaninya.”

“Pada prinsipnya, saya kembali ke anaknya saja. Melakukan berbagai penerapan latihan dengan longgar dan lihat bagaimana dia menjalaninya.”

Hasilnya pun mulai tampak saat Altaf menjalani lomba ketiganya pada Minggu 5 September 2021 di Sirkuit Karting Sentul.

Altaf tergabung di Tim Telkomsel Racing Academy dan turun di kelas kadet pada ajang Eshark ROK Championship 2021.

Altaf Ridwan 2

Pada sesi final, dia start posisi paling belakang lantaran insiden yang dialaminya di sesi pre-final tapi Altaf tak mau menyerah.

Lomba pre-final dilepas lantaran pantat dan lengang kirinya kesakitan tapi dia merasa baik di final lalu bisa balapan dengan baik.

Dari rekaman video terlihat Altaf terhantam sangat kencang karena dia tampak sudah melepas gas sedangkan gokart lainnya dalam insiden itu masih dalam kecepatan tinggi.

“Situasi macam itu, semua diserahkan ke Altaf. Dia berhenti karena merasa tak sanggup dan kembali lomba saat yakin bisa,” ucap Ridwan.

Memang, saat final Altaf bertarung dengan pembalap dari beberapa kelas di satu trek dengan rival di kelas kadet hanya enam orang.

Namun, Altaf tampil impresif dan melupakan rasa sakit yang dialaminya beberapa saat lalu. Melakukan rolling start dengan impresif.

Masuk ke sisi paling dalam di mana pembalap lain tak berani sedalam itu membuat Altaf bisa overtake banyak gokart dalam satu momen.

Galeri: First Drive: Ferrari F8 Tributo