Suka atau tidak suka, dunia otomotif yang ramah lingkungan, berkat EV (Electric Vehicle/kendaraan listrik), kini menjadi populer. Dan, angka penjualan EV di luar sana membuktikannya.

Popularitas ini juga datang dengan lebih banyak produk untuk mendukungnya, seperti ban yang direkayasa secara berbeda untuk mobil yang tidak memiliki pipa knalpot ini.

Tapi apa perbedaannya, sebenarnya? Ada banyak klaim tertulis tentang perbedaan dari kedua jenis ban tersebut.

Namun, seorang reviewer ban di YouTube bertajuk Tyre Review mencoba melakukan beberapa pengujian yang nyata untuk melihat kelebihannya secara langsung.

Tyre Review menggunakan contoh ban dari mobil Audi E-Tron sebagai testbed atau bahan uji. Audi E-Tron dilengkapi dengan satu set roda berukuran 22 inci.

Mendampingi roda besar tersebut adalah dua set ban Hankook Ventus S1 Evo3 – satu untuk SUV non-EV, yang lain dibuat khusus untuk EV.

Galeri: Audi E-Tron 2020: Review

Setelah pengujian, sang pengulas memperhatikan bahwa handlingnya telah meningkat secara nyata dengan ban EV. Mobil bereaksi lebih baik, menjadi lebih linier dan lebih dapat diprediksi.

Terlepas dari perbedaan berat, traksi tidak terlalu terpengaruh. Tetapi pengeremannya, dengan ban EV membuat jarak pengereman 8 persen lebih pendek dibanding ban non-EV.

Dari segi kenyamanan, baik ban non-EV maupun EV memiliki tingkat kenyamanan yang sama. Terutama dalam mengatasi lubang dan ketidaksempurnaan jalan.

Namun, penekanan kebisingan sangat berbeda. Anyaman busa ban EV dan pola tapak yang berbeda membuat kebisingan ban sangat berkurang.

Sehingga, menghasilkan peningkatan yang sangat besar dalam hal pengurangan tingkat kebisingan.

Dan tentu saja, mungkin yang paling penting adalah jarak tempuh dan efisiensi energi. Seperti yang diharapkan, penggunaan ban EV menghasilkan jarak tempuh yang lebih baik.

Dalam pengujian, pihak Tyre Review menemukan peningkatan hingga 9 persen dalam jarak tempuhnya atau sekitar 25 hingga 30 mil (48,2 kilometer) lebih jauh.

Sebagai catatan, jarak tempuh EV tersebut diuji dengan varian yang tidak dapat dihindari.

Tetapi seperti yang disebutkan dalam video, mobil itu diuji larut malam di jalan raya, dengan berkecepatan sekitar 50 hingga 60 mil per jam (80-97 km per jam) pada putaran 56,4 mil (90,7 km).

Apakah tes ini mengubah pandangan Anda tentang ban EV dan EV secara umum? Beri tahu kami pendapat Anda dalam komentar di bawah ini.