Dodge Challenger SRT Demon mungkin berumur pendek, tetapi mobil ini menetapkan standar baru untuk mesin jalanan dari pabrik.

Dodge mendesain Demon untuk mendominasi balapan drag strip, termasuk menawarkan mesin yang dapat diupgrade.

Dodge Challenger SRT Demon ini memang masih merupakan mobil yang kuat. Tetapi Shelby Super Snake, Ford Mustang yang dimodifikasi, menawarkan lembar spesifikasi yang serupa.

Hal tersebut membuat Shelby Super Snake di atas kertas menjadi penantang yang seimbang bagi Dodge Challenger SRT Demon saat keduanya melaju dalam balapan.

Saking penasarannya, saluran YouTube Throttle House pun memutuskan untuk mengadu keduanya dalam serangkaian balapan drag race antar-mobil jalanan.

Ada pun powertrain Shelby Super Snake convertible ini adalah mesin V8 5,0 liter supercharged.

Mesin tersebut menghasilkan 825 tenaga kuda (615 kilowatt) dan torsi 630 pound-feet (854 Newton-meter).

Sebaliknya Dodge Challenger SRT Demon, yang sebenarnya juga disiapkan untuk jalan raya, menghasilkan tenaga 808 hp (602 kW) dan torsi 717 lb-ft (972 Nm) dari mesin V8 6,2 liter supercharged-nya.

Keduanya juga menggunakan mesin bensin. Di atas kertas, sepertinya Shelby Super Snake yang lebih ringan dan lebih kuat siap untuk meninggalkan Dodge Challenger SRT Demon dan melihatnya dari kaca spionnya.

Galeri: Shelby Super Snake 2020 dengan Paket Bold

Namun, momen-momen pertama pada balapan pertama, seperti terlihat pada video di atas, menunjukkan Dodge Challenger SRT Demon bisa melebihi ekspektasi.

Keduanya melakukan start peluncuran yang seimbang, tetapi Dodge Challenger mulai berjalan menjauh dari Shelby Super Snake, melintasi garis finis dengan selisih beberapa panjang mobil.

Shelby Super Snake kemudian memasuki mode limp dalam perjalanan kembali ke garis start, dan siap untuk melaju lagi setelah periode cooldown.

Balapan kedua dimulai dengan roll race, meskipun itu tidak memberi keuntungan bagi Shelby Super Snake. Dodge kemudian mengalahkan Shelby lagi.

Balapan terakhir membuat Dodge diganti dengan Audi S4 orisinal hanya untuk melihat bagaimana itu akan dibandingkan dengan Shelby, meskipun itu adalah balapan yang sangat pendek.

Keduanya meluncur keluar jalur, tetapi Shelby langsung masuk ke mode limp sementara Audi S4 terus melaju kencang.

Ini menunjukkan masalah yang lebih besar yang muncul dengan sendirinya setelah diperiksa lebih dekat: mobil tampaknya membuat terlalu banyak torsi untuk ditangani oleh sasis konvertibel.