Rolls-Royce memulai penelitian soal powertrain listrik pada 2011, ketika meluncurkan konsep 102EX.

Itu adalah prototipe eksperimental berdasarkan Phantom, dengan sepasang motor listrik yang menghasilkan 389 daya kuda gabungan.

Motor ganda tersebut mendapatkan daya yang diperlukan dari paket baterai 71 kWh, menawarkan jangkauan 124 mil (200 km) sekali isi.

Lima tahun berselang, konsep 103EX menyusul. Meskipun spesifikasi teknisnya tidak dirilis, luxobarge tersebut menghadirkan cukup banyak kejutan.

Dia memiliki desain mewah dan ukuran yang tipis, membentang dengan panjang 19,4 kaki (5,91 meter).

Semua itu menandakan hasrat Rolls-Royce untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik mereka.

Kini, kita tahu bahwa ambisi itu akan terwujud pada kuartal terakhir 2023, dengan Spectre EV yang digoda di sini untuk pertama kalinya.

Melihat prototipe yang disamarkan ini, kami bisa mengerti jika Anda tergoda untuk mengatakan bahwa ini hanyalah Wraith dengan komponen mesin diganti motor listrik dan paket baterai.

Tetapi, jangan salah, Spectre adalah pengembangan yang sepenuhnya baru.

Alih-alih didasarkan kepada platform BMW seperti Wraith, kendaraan listrik yang akan datang ini menggunakan Architecture of Luxury macam Ghost dan Phantom terbaru.

Perusahaan yang berbasis di Goodwood itu enggan mengungkap terlalu banyak detail untuk saat ini, hanya mengatakan bahwa Spectre akan menjalani program pengujian yang komprehensif.

Itu akan mencakup 2,5 juta kilometer (1,55 juta mil) - lebih dari model lain sebelumnya - dan menjadi simulasi bagaimana rasanya mengendarai Rolls-Royce selama 400 tahun.

Tes yang melelahkan tersebut akan melibatkan perjalanan menuju keempat penjuru dunia, dalam upaya "mendorong motor baru ini hingga batasnya."

Spectre akan memulai gelombang EV Rolls-Royce, dengan semua produk perusahaan siap dialiri listrik pada akhir dekade ini.

Langkah itu akan membuat brand milik BMW tersebut memenuhi ramalan Charles Rolls pada April 1900, ketika dia baru saja mengendarai mobil listrik yang dikembangkan oleh marque Amerika Serikat, Columbia.

"Mobil listrik benar-benar minus suara dan bersih, tidak ada bau atau getaran. Dan, mereka akan sangat berguna nantinya, ketika stasiun pengisian daya permanen bisa diwujudkan. Namun, untuk saat ini, saya tidak yakin mereka akan sangat berguna - setidaknya sampai bertahun-tahun mendatang," katanya.

Kini, lebih dari 120 tahun kemudian, EV pertama dari Rolls-Royce makin mendekati kenyataan.