Honda setuju memasok mesin untuk mobil Formula 1 milik Red Bull Racing, pasca tim tersebut pecah kongsi dengan Renault pada 2019.

Dalam kebersamaan yang singkat, kolaborasi tersebut mampu mendorong Red Bull kembali menjadi penantang serius di kancah balap mobil elite.

Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, saat ini memuncaki klasemen pembalap F1. Sementara dari sisi konstruktor, mereka hanya tertinggal 36 poin dari Mercedes.

Terlepas dari sukses instan tersebut, Honda mengungkapkan bahwa mereka akan mundur dari kompetisi F1 setelah musim 2021.

Alasannya adalah untuk mengalihkan sumber daya perusahaan kepada elektrifikasi dan netralitas karbon.

Dalam perjanjian baru, Red Bull Powertrains masih memiliki hak menggunakan kekayaan intelektual milik Honda, dan pabrikan Jepang itu akan membantu tim membangun unit daya buat musim 2022.

Honda hanya akan memberi dukungan jarak jauh dan pendampingan sepanjang musim. Selain itu, dukungan tersebut bakal berada di bawah payung Honda Racing Corporation (HRC).

HRC dikenal sebagai penanggung jawab tim MotoGP, Trials GP, dan Motocross GP milik Honda, memiliki rekam jejak balapan roda dua tak tertandingi di dunia motorsport.

Dalam waktu dekat, HRC akan menambahkan balapan roda empat paling glamor ke resume mereka dengan menangani Red Bull.

Honda menyatakan bahwa perubahan tersebut dilakukan dengan "tujuan menjadi merek balap yang lebih kuat, mempromosikan kerja sama saling menguntungkan dan efisiensi operasional dari teknologi dan pengetahuan yang dimiliki sepeda motor dan mobil."

external_image

Pada 2023, Red Bull Powertrains akan sepenuhnya mengambil alih pengembangan mesin, memungkinkan Honda untuk keluar dari F1 sepenuhnya.

Namun, tidak jelas apakah HRC akan tetap menangani balapan elite roda empat itu setelah musim F1 2022.

Pada saat ini, Honda hanya mengisyaratkan persilangan antardivisi motorsport mereka. Tetapi, langkah tersebut pada akhirnya akan mempersatukan aset perusahaan di bawah satu atap.

Honda berencana untuk beralih ke mobil listrik sepenuhnya pada 2040, namun mereka belum menetapkan deadline untuk kendaraan roda dua.

Team Red - julukan Honda - masih belum mengungkapkan hasrat elektrifikasi untuk sepeda motor ritel atau tim MotoGP.

Jadi, tim balap motor Grand Prix Honda mungkin aman untuk saat ini. Bahkan, jika mereka harus berbagi lencana dan sumber daya HRC dengan pembalap roda empat.

*Artikel ini dibuat oleh Mikhael Partogi Tambunan yang sedang menjalani magang.