Industri Kecil dan Menengah (IKM) sektor logam ternyata turut berkontribusi positif terhadap rantai pasokan industri otomotif nasional.

Mereka merupakan pemasok komponen yang mendukung kinerja industri kendaraan bermotor.

Salah satunya Sentra Logam Ceper, IKM pengecoran logam dan penghasil sejumlah produk, seperti komponen kapal, spare part mesin, komponen kereta, komponen otomotif, dan lain-lain.

Demi mendongkrak daya saing IKM logam Sentra Ceper, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) menggelar beragam pembinaan.

Tujuannya jelas untuk mengembangkan kompetensi teknis sumber daya manusia (SDM), peningkatan kualitas produk, pendampingan sertifikasi ISO, serta penguatan akses pasar dan kemitraan.

“Ditjen IKMA juga mendorong peningkatan peran IKM di Sentra Logam Ceper dalam rantai pasok industri otomotif nasional, salah satunya melalui kolaborasi program pengembangan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dengan Koperasi Batur Jaya (KBJ) Ceper,” kata Plt. Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, Rabu (13/10/2021).

Koperasi Batur Jaya beranggotakan 137 IKM produsen komponen otomotif, komponen mesin pabrik, suku cadang kereta api, manhole, mesin teknologi tepat guna, meja kursi antik, serta berbagai produk dari pengecoran logam (besi, baja, dan aluminium).

Kolaborasi Koperasi Batur Jaya dengan PT. TMMIN sudah terjalin sejak akhir 2016 hingga saat ini.

Reni mengungkapkan, program pengembangan sentra IKM melalui kemitraan dengan industri besar bertujuan agar mereka dapat menjadi bagian dari supply chain industri besar.

Imbasnya, IKM akan mendapatkan kepastian pasar, serta mendorong mereka untuk meningkatkan kualitas produk sesuai permintaan pelanggan - baik dari sisi produksi maupun manajemen.

"PT. TMMIN berperan mendampingi, serta memberikan bantuan mesin kepada Koperasi Batur Jaya. Pada awal Januari 2019, KBJ berhasil memproduksi 200 buah cylinder sleeve dan mengirimkannya kepada supplier PT.TMMIN," tambah Reni.

Sejauh ini, IKM di Sentra Logam Ceper terbukti mampu melakukan diversifikasi produk dengan memproduksi komponen otomotif yang sesuai dengan kebutuhan dan standar supplier PT. TMMIN.

Hasilnya, mereka bisa meningkatkan peran dan kontribusi diri dalam rantai pasok industri otomotif nasional.

“Dengan perencanaan yang baik serta pelatihan dan pendampingan yang tepat selama lebih dari dua tahun, IKM di sini akhirnya mampu masuk ke area yang membutuhkan persyaratan tinggi, dari sisi kualitas, produktivitas, teknologi, dan kontinuitas suplai,” lanjut Reni.

Tak hanya itu, Ditjen IKMA Kemenperin terus berupaya mengembangkan kemampuan teknis IKM logam di Ceper melalui beragam program pembinaan lainnya.

Itu termasuk pengembangan promosi dan uji coba pasar IKM, dengan mengikutsertakan mereka dalam pameran INA Marine (pameran industri maritim) serta melalui program link and match IKM komponen otomotif dengan industri besar.

Selain itu, pengembangan SDM dilakukan melalui bimbingan teknis pembuatan blok rem komposit, serta diversifikasi produk ferro dan nonferro.

Ditjen IKMA juga menyusun program pengembangan melalui FGD Sinergi Membangun IKM Logam Ceper.

"Kami akan terus mendukung IKM Sentra Ceper untuk dapat meraih potensi pasar baru, berdaya saing dalam menghasilkan produk yang berkualitas dengan harga kompetitif, serta dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional maupun global," kata Reni.